Hujan deras mengguyur Langkat siang itu, Selasa (9/12). Tapi, di SD Negeri 057239 Sekoci, semangat anak-anak justru tak surut. Mereka dengan rapi duduk di dalam tenda darurat, menunggu kedatangan tamu istimewa: Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Mu’ti dan rombongannya tiba sekitar pukul 11.40 WIB. Sekolah ini, yang terletak di Kecamatan Bestiang, hancur lebur diterjang banjir dan tanah longsor tiga pekan lalu, tepatnya Rabu (19/11). Reruntuhan bangunan masih berserakan, jadi saksi bisu betapa dahsyatnya bencana itu.
Sebelum menyapa murid-murid, Mu’ti lebih dulu berbincang lama dengan Kepala Sekolah, Saria Br Bangun. Ia ingin tahu langsung kondisi riil di lapangan. Bagaimana kegiatan belajar mengajar bisa berjalan pascamusibah.
Menurut Saria, anak-anak baru saja memulai kembali sekolah sejak Senin (8/12) kemarin. Namun, situasinya sangat memprihatinkan.
“Habis semua, sudah tidak ada lagi yang tersisa,” ucap Saria dengan suara lirih, menggambarkan kehancuran total yang menimpa aset dan fasilitas sekolahnya.
Mendengar penuturan itu, Mu’ti langsung memberikan kepastian. Kemendikdasmen, katanya, akan turun tangan membantu perbaikan. Tapi, ada satu hal yang ia tekankan.
“Nanti kita bantu, tapi lahannya harus dicari, dipersiapkan,” kata Mu’ti.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral