Pemandangan mengerikan itu memicu gelombang protes di dunia maya. Banyak warganet yang meragukan kemampuan pemerintah daerah menangani evakuasi dalam skala sedemikian besar. Mereka mendesak pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk segera turun tangan.
“Coba jelaskan gimana cara mengevakuasi mayat2 itu klw pemerintah pusat hanya membebankan pemda utk menanganinya?? Cepatlah bergerakk pak, turunkan tim2 bapak, lakukan tanggungjawab dan kewajiban bapak sebagai presiden!! @prabowo,” tulis seorang pengguna.
“TOLONG LAH PAK @prabowo MAW SAMPAI KAPAN INI DIBIARKAN BEGITU SAJA..UDAH 10 HARI PAK,” desak warganet lainnya.
Ada juga yang menyoroti soal status bencana. Seperti akun tm_much yang berpendapat, penetapan status bencana nasional akan mempercepat aliran bantuan dan penanganan.
Pengakuan Pilu Sang Gubernur
Kondisi tragis ini sebenarnya sudah diungkapkan Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf atau yang akrab disapa Mualem. Dalam sebuah rapat, ia menggambarkan situasi mengerikan yang ia saksikan.
“Itu jalan Tamiang, Langsa sampai Tamiang, mobil tengah jalan, apa yang terjadi pak, semua mayat dalam mobil, dan bau, ternyata semua dalam mobil, mayat,” kata Mualem dengan nada pilu.
Ucapannya itu kini menemukan buktinya dalam video viral tersebut. Sebuah potret duka yang masih menunggu penyelesaian.
Artikel Terkait
Mentan Amran Borong Takjil Pedagang di Bone, Bagikan Gratis ke Warga
Pemerintah Kaji Pemotongan Gaji Pejabat hingga Anggota DPR
Pemerintah Imbau Open House Lebaran Dilaksanakan Secara Sederhana
Remaja Tewas, Dua Luka Berat dalam Tabrakan Motor di Pandeglang