“Mereka nangkep pelajaran mudah dan antusiasnya luar biasa untuk membuat hal-hal yang baru mungkin di kehidupan mereka,”
tambah Lukman.
Untuk sesi mobil surya itu, anak-anak diberi kit berisi kerangka kayu, panel surya kecil, dinamo, dan bagian lainnya. Dalam waktu 30 sampai 40 menit, dengan bimbingan tim Fab Lab, mereka merakitnya sendiri.
Haris, salah satu bocah berusia 10 tahun, mengaku senang bisa ikut. Menurutnya, merakitnya ada tantangannya sendiri.
“Senang karena dulu pernah rakit kapal dari baterai, sekarang rakit mobil dari panel surya. Yang agak sulit memasang aja sih,”
ucapnya. Bagian tersulit ternyata adalah menyambungkan kabel dari dinamo ke panel surya.
Jadi, di balai desa yang sederhana itu, selain tawa dan kompetisi, ada juga pelajaran tentang masa depan. Sebuah permainan yang sederhana, namun menyimpan pelajaran besar tentang energi bersih untuk generasi mendatang.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral