Video itu menyebar cepat di linimasa. Memperlihatkan seorang Kepling di Griya Martubung, Medan Labuhan, diduga sedang mengangkut barang-barang bantuan banjir. Bukan untuk dibagikan saat itu juga, tapi justru dibawa pergi.
Menurut sejumlah saksi, bantuan itu rencananya untuk warga yang rumahnya terendam. Tapi realitanya? Saat warga datang meminta, mereka hanya mendapat tiga butir telur. Sang Kepling, berinisial HN, punya alasan. Katanya, barang-barang itu diletakkan di toko orang lain untuk persiapan dapur umum.
Namun begitu, alasan itu tak cukup meredakan gelombang protes.
Wali Kota Medan, Rico Waas, tak menampik kejadian ini. Ia mengaku sudah memantau dan mengonfirmasi kasus tersebut. "Kita sudah monitor dan sudah konfirmasi kembali dengan lurah. Dan akhirnya bisa diselesaikan dari pihak kelurahan," ujarnya saat ditemui Senin lalu.
Artikel Terkait
Suara Gaza yang Tak Bisa Dibungkam: Mosab Abu Toha dan Seruan untuk Menentukan Nasib Sendiri
Harta Rp 15,38 Miliar Letkol Teddy, Mayoritas dari Hibah Properti
Gus Baha Sindir Kebiasaan NU Memaksakan Dalil yang Tak Jelas Juntrungnya
Misteri Ijazah Jokowi dan Klaim Bukan Orang yang Sebenarnya