Video itu menyebar cepat di linimasa. Memperlihatkan seorang Kepling di Griya Martubung, Medan Labuhan, diduga sedang mengangkut barang-barang bantuan banjir. Bukan untuk dibagikan saat itu juga, tapi justru dibawa pergi.
Menurut sejumlah saksi, bantuan itu rencananya untuk warga yang rumahnya terendam. Tapi realitanya? Saat warga datang meminta, mereka hanya mendapat tiga butir telur. Sang Kepling, berinisial HN, punya alasan. Katanya, barang-barang itu diletakkan di toko orang lain untuk persiapan dapur umum.
Namun begitu, alasan itu tak cukup meredakan gelombang protes.
Wali Kota Medan, Rico Waas, tak menampik kejadian ini. Ia mengaku sudah memantau dan mengonfirmasi kasus tersebut. "Kita sudah monitor dan sudah konfirmasi kembali dengan lurah. Dan akhirnya bisa diselesaikan dari pihak kelurahan," ujarnya saat ditemui Senin lalu.
Rico tegas. Jabatan Kepling tersebut akhirnya dicopot. "(Sanksi) dicopotlah, karena itu kan melakukan kesalahan," tegasnya.
Ia juga menyampaikan peringatan keras. Rico sama sekali tak bermain-main jika ada bawahannya yang ketahuan menyelewengkan bantuan, apalagi di saat warga sedang susah. "Saya tekankan, saya tidak mau ada kejadian-kejadian terutama Kepling, lurah memain-mainkan bantuan yang akan kita berikan kepada masyarakat," ujar Rico.
"Sekali lagi saya tekankan, saya tidak main-main. Misalnya kalau yang bersangkutan ikut-ikut bermain pasti saya tegur."
Insiden ini bermula dari banjir besar yang melanda Medan akhir November lalu. Banyak wilayah terendam, rumah-rumah penuh lumpur. Keadaan itu membuat warga benar-benar bergantung pada bantuan makanan dan kebutuhan mendesak lainnya. Dan di tengah kondisi semacam itulah, aksi oknum ini terjadi.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Rumah Lintas Provinsi, Incar Rumah Kosong dengan Ciri Lampu Teras Menyala
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali