Selain soal makan, Gus Ipul juga menegaskan komitmen untuk memberikan santunan. Bantuan tunai ini ditujukan bagi keluarga yang kehilangan anggota maupun korban yang mengalami luka parah.
“Jadi kami juga nanti akan memberikan santunan bagi yang wafat dan dukungan bagi yang luka berat. Yang wafat itu indeksnya Rp 15 juta, kemudian yang luka berat itu Rp 5 juta,” paparnya.
Namun begitu, pemulihan jangka panjang tak boleh dilupakan. Menurut Gus Ipul, setelah fase tanggap darurat berakhir, Kemensos punya agenda lain. Mereka ingin memastikan para korban bisa bangkit kembali, tidak sekadar bertahan hidup.
“Untuk itu kami akan bekerja dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk melakukan asesmen,” ucapnya.
“Nah hasilnya nanti akan ditindaklanjuti dengan memberikan dukungan-dukungan untuk pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan setiap keluarga,” pungkas menteri itu.
Artikel Terkait
Born to Run: Kisah Dua Keluarga yang Bangkit dari Reruntuhan Kecelakaan
Mimpi Buruk Berujung Maut: Remaja di Karawang Tewaskan Ayah Kandung
Gus Ipul Tinjau SRMA, Dengar Langsung Kisah Murid yang Hidupnya Berubah
Anggota DPRD Kupang Ditahan, Terancam Pasal KDRT dan Perlindungan Anak