Coba Bayangkan, Berita Ini Dibaca oleh Mereka yang Keluarganya Habis
Bayangkan saja. Anda sedang duduk di atas puing, air baru saja surut meninggalkan lumpur dan kenangan yang hancur. Lalu, di genggaman ponsel yang nyaris tak ada sinyal, berita itu muncul. Judulnya biasa saja, mungkin malah terkesan dingin. Tapi bagi Anda, setiap kata di sana seperti pukulan. Karena berita itu bercerita tentang bencana yang baru saja merenggut keluarga Anda entah tewas, atau hilang begitu saja.
Itulah yang coba digambarkan oleh sebuah unggahan viral belakangan ini. Narasinya menusuk karena menempatkan kita pada posisi korban. Bukan sebagai pembaca yang aman di kejauhan, tapi sebagai mereka yang merasakan langsung dampaknya.
Dan situasinya tak berhenti di situ. Coba pikirkan juga ribuan orang lain yang selamat. Nasib mereka mungkin sedikit lebih baik, tapi hanya sedikit. Mereka bertahan, namun perut keroncongan karena bantuan logistik tak kunjung sampai berhari-hari. Lapar, lelah, dan trauma. Lalu, di tengah semua itu, mereka membaca laporan berita yang seolah hanya sekadar angka dan pernyataan resmi.
Artikel Terkait
Kepala Polresta Sleman Dicopot Usai Kasus Pembelaan Diri Berujung Maut
Cinta Tak Kenal Usia: Kisah Sopir Truk dan Majikannya yang Akhirnya Sah di KUA
Opini Tanpa Data: Ancaman Nyata bagi Demokrasi di Era Medsos
Roy Suryo dan Dokter Tifa Gugat Pasal Pencemaran Nama Baik ke MK