Rapat terbatas di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12) lalu, berlangsung cukup cair. Dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, pembahasan sempat menyentuh soal teknis penyaluran bantuan untuk korban bencana di Sumatera. Prabowo tampak ingin memastikan setiap detail.
Ia memulai dengan menanyakan metode airdrop ke daerah-daerah terisolasi. "Saya mau tanya, di kampung-kampung yang terisolasi kita airdrop, dan pada saat airdrop kita punya personel TNI di bawah?" tanyanya kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
"Ada di bawah," jawab Agus.
"Untuk mengendalikan ya?" Prabowo menyelidik lebih lanjut.
"Siap," timpal Agus.
"Selama ini tepat ya?"
"Tepat."
Setelah mendapat konfirmasi itu, Prabowo kemudian menyampaikan permintaan yang cukup spesifik. Bukan tentang logistik makanan atau obat-obatan, melainkan tentang peralatan pendukungnya. Ia meminta agar semua payung atau parasut yang dipakai dalam operasi udara itu untuk dikumpulkan kembali. Jangan sampai ada yang hilang.
"Saya minta itu payung-payung, barangnya dikumpulkan ya, jangan hilang," tegas Prabowo.
Menanggapi permintaan itu, Agus memberikan penjelasan. Parasut yang sudah dipakai dan terbuka, kata dia, sebenarnya sudah tidak bisa dipakai lagi untuk misi serupa. Lalu, dengan nada santai, Agus berkelakar. Barang bekas itu, menurutnya, mungkin masih bisa dimanfaatkan warga untuk keperluan lain.
"Sebenarnya itu yang sudah di-eject, Pak. Bisa digunakan masyarakat juga untuk kawinan," canda Agus.
Kelakar itu pun disambut tawa oleh Prabowo. "Ya sudah," ujarnya menutup percakapan ringan tersebut. Suasana ruang rapat pun terasa lebih rileks sejenak, sebelum kembali membahas hal-hal yang lebih serius.
Artikel Terkait
Madura United Kalahkan Semen Padang 1-0 Berkat Gol Cepat Junior Brandão
Pemprov Sulsel Gerak Cepat Tangani Kasus Santri Diduga Dipaksa Pakai Vape Berbahaya di Pangkep
Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, Wacana Film Layar Lebar Mengemuka
KAI Tutup 1.800 Perlintasan Liar yang Dinilai Picu Kecelakaan Kereta Api