Di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, suasana rapat koordinasi penanganan bencana se-Sumatera pada Minggu (7/12/2025) itu cukup tegang. Presiden Prabowo Subianto hadir, dan pandangannya menyapu ruangan, berhenti pada para bupati yang duduk di hadapannya. Ia membuka dengan sapaan, tapi ada sesuatu yang lebih dalam di balik kata-katanya.
“Hadir semua bupati, terima kasih ya,” ujarnya. “Kalian yang terus berjuang untuk rakyat, memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan.”
Kalimat itu terdengar biasa. Namun, tak lama setelahnya, nada bicaranya berubah. Presiden kemudian melontarkan pernyataan yang jauh lebih tegas, menusuk langsung ke sebuah kasus yang sedang hangat: polemik Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang memilih berangkat umrah saat wilayahnya dilanda bencana besar.
“Kalau yang mau lari-lari aja nggak apa-apa, dicopot Mendagri bisa ya, diproses,” tegas Prabowo tanpa tedeng aling-aling. Ia bahkan secara terbuka meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk bertindak.
Bagi Prabowo, ini soal prinsip kepemimpinan yang fundamental. “Itu kalau tentara namanya desersi,” tambahnya dengan nada keras. “Dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah, aduh, itu tidak bisa tuh. Sorry, saya nggak mau tanya partai mana.”
Artikel Terkait
Polda Telusuri 86 CCTV untuk Ungkap Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Bank Sulselbar Siapkan 36 ATM di Bone untuk Arus Mudik Lebaran
Anggota DPR dari Berbagai Fraksi Gelar Mudik Gratis Jelang Lebaran 2026
Gubernur Sulsel Lepas Armada Mudik Gratis Mudik Aman, Berbagi Harapan