Rupiah Melejit, Gibran Pacu Investasi RI ke Afrika Selatan

- Minggu, 23 November 2025 | 06:00 WIB
Rupiah Melejit, Gibran Pacu Investasi RI ke Afrika Selatan
Berita Bisnis

Nilai tukar Rupiah menutup pekan ini dengan performa yang cukup moncer. Pada Jumat (21/11), mata uang kita berhasil menguat 20 poin ke level Rp 16.716 per dolar AS. Ini jadi angin segar di tengah kondisi global yang masih fluktuatif.

Di sisi lain, berita dari Afrika Selatan juga menarik perhatian. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan Indonesia tak main-main dalam memperluas jejak investasi ke negara tersebut. Hal ini menjadi salah satu berita yang paling banyak dibaca di kumparanbisnis sepanjang Sabtu (22/11).

Gibran Pastikan RI Perluas Investasi ke Afrika Selatan, Pertanian hingga Energi

Gibran menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Afrika Selatan. Langkah konkretnya beragam, mulai dari kebijakan bebas visa hingga mendongkrak nilai investasi dan perdagangan antara kedua negara.

“Dan juga untuk mendorong perdagangan dan investasi di bidang pertanian dan energi. Indonesia juga berkomitmen untuk memperluas investasi luar negeri di Afrika Selatan,”

Ucap Gibran saat menjadi pembicara khusus di Indonesia-Africa CEO Forum 2025 yang digelar di Saxon Hotel, Johannesburg, Jumat (21/11).

Menurutnya, Afrika Selatan bukan sekadar mitra biasa. Ia menyebut negara itu sebagai mitra strategis dan pintu gerbang bagi Indonesia untuk masuk ke pasar Afrika yang luas. Sebagai balasannya, Indonesia akan menawarkan kapasitas industri, sumber daya manusia yang mumpuni, jaringan manufaktur, teknologi, serta akses ke pasar ASEAN.

Komitmen ini tak cuma omong kosong. Pemerintah menunjukkan keseriusannya dengan meluncurkan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia dan Afrika Selatan. Ini adalah wujud nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta bisa diwujudkan.

“Saya juga menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang industri strategis hari ini, saya berharap ini akan membawa manfaat besar bagi kedua negara,”

tambah Gibran.

Rupiah Ditutup Menguat Pekan Ini, Didorong Transaksi Berjalan RI Surplus

Lalu bagaimana prospek Rupiah ke depan? Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Trazé Andalan Futures, memprediksi bahwa pada perdagangan Senin depan, Rupiah akan bergerak fluktuatif. Namun, akhirnya diperkirakan akan ditutup melemah di rentang Rp 16.710 hingga Rp 16.740 per dolar AS.

Ibrahim menyoroti bahwa penguatan Rupiah pekan ini didorong oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari luar, ada progres positif dalam pembicaraan perdamaian Rusia dan Ukraina yang memberi sentimen baik.

“Zelensky siap bekerja sama dengan AS dalam rencana perdamaian Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan ia telah menerima rencana perdamaian 28 poin yang disusun bersama oleh AS dan Rusia yang menandakan kesediaannya untuk segera mengerjakannya,”

jelasnya dalam analisis yang dikutip Sabtu (22/11).

Sementara dari dalam negeri, kabar baik datang dari laporan Bank Indonesia. Transaksi berjalan Indonesia tercatat surplus sebesar USD 4,0 miliar atau setara dengan 1,1 persen dari PDB pada kuartal III 2025.

“Ini adalah surplus pertama sejak 10 kuartal terakhir. Posisi transaksi berjalan ini berbalik dibandingkan dengan defisit USD 2,7 miliar atau 0,8 persen dari PDB pada kuartal II tahun ini,”

tandas Ibrahim. Sebuah pencapaian yang patut disyukuri.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar