Rp 66 Miliar Cair untuk Korban Bencana, Dapur Umum Mulai Beroperasi di Daerah Terisolir

- Minggu, 07 Desember 2025 | 11:30 WIB
Rp 66 Miliar Cair untuk Korban Bencana, Dapur Umum Mulai Beroperasi di Daerah Terisolir

Di tengah hiruk-pikuk Car Free Day Bundaran HI, Minggu (7/12) lalu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memberikan kabar terbaru soal penanganan bencana. Ia menyebut, bantuan untuk korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah mengalir deras. Nilainya? Tak tanggung-tanggung, mencapai sekitar Rp 66 miliar.

“Total yang sudah diberikan Kemensos untuk bantuan sosial ke tiga provinsi itu kurang lebih sampai hari ini senilai Rp 66 miliar,” kata Agus.

Angka itu, menurutnya, masih bisa bertambah. Kenapa? Karena situasi di lapangan terus berubah. Tanggap darurat masih berjalan, dan kebutuhan korban pasti akan terus dievaluasi.

“Karena situasi lapangan dan tanggap darurat terus berjalan, kita akan menyesuaikan, ya, dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan. Jadi ini masih terbuka, termasuk logistiknya, permakanannya, termasuk anggarannya,” jelasnya.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai hal mendesak. Mulai dari makanan pokok, tenda tempat berteduh, hingga genset dan alat penjernih air. Tapi, upaya pemerintah tak cuma berhenti di situ.

Di sisi lain, ada puluhan dapur umum yang kini beroperasi. Setidaknya, ada 39 dapur yang dikelola langsung oleh Kemensos di berbagai titik bencana. Itu belum termasuk dapur-dapur mandiri yang dibantu dengan bahan baku dari kementerian.

“Jadi sampai saat ini, ada kurang lebih 39 (dapur umum) punya Kemensos dan dapur-dapur mandiri nanti akan kita identifikasi,” ujar Agus.

Fokusnya sekarang adalah menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi. Wilayah seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah, yang sempat sulit diakses, kini mulai bisa ditembus. Di sana, pendirian dapur umum segera direalisasikan.

“Dan pada hari ini yang kemarin-kemarin kita belum masuk, di Aceh Tengah dan Bener Meriah, insyaAllah kita hari ini sudah bisa masuk dan akan mendirikan dapur-dapur umum di sana,” ujarnya.

Daerah lain seperti Aceh Tamiang juga sudah mendapat perhatian. Di sana, berdiri lima dapur umum; satu induk dan empat mandiri. Langkat di Sumut dan sejumlah titik di Sumbar pun tak luput dari perhatian.

Yang menggembirakan, semangat warga mulai bangkit. Agus melihat sendiri, kehidupan perlahan kembali berdenyut.

“Kegiatan masyarakat sudah mulai bagus. Mereka sudah mulai membersihkan rumah, membersihkan alat-alat dapur yang terkena banjir, mencuci pakaian,” katanya.

“Jadi sudah kelihatan masyarakat mulai bangkit, masyarakat mulai bersemangat kembali, masyarakat mulai beraktivitas kembali,” pungkas Agus.

Narasi pemulihan, meski bertahap, mulai terlihat nyata. Bantuan logistik dan dapur umum menjadi fondasi, sementara semangat warga menjadi tenaga penggeraknya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar