“Karena itu, saya kira Perpamsi harus berada dalam frekuensi yang sama. Membangun sinergi dengan Kemendagri. Dan yang tak kalah penting, internal harus solid,” imbuhnya.
Di sisi lain, Bima menyambut baik usulan yang berkembang. Banyak pihak mendorong agar Perpamsi tak hanya fokus pada air minum, tapi juga merambah sanitasi dan persampahan. Ekspansi layanan itu terdengar menarik.
Tapi dia mengingatkan sesuatu.
Sebelum melebarkan sayap, soliditas internal organisasi harus diperkuat dulu. Tanpa pondasi yang kokoh, sebuah organisasi akan sulit berkembang pesat. Energinya justru bisa habis untuk urusan internal.
“Lihat saja di banyak tempat, bahkan di partai politik sekalipun. Energi banyak dihemat untuk fokus pada program kerja. Saya kira Perpamsi juga harus begitu. Harus solid, kompak, guyub. Supaya energinya tidak terbuang percuma,” tandas Bima.
Acara yang digelar di Wyndham Hotel Surabaya itu juga dihadiri sejumlah tokoh. Antara lain anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin dan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, yang juga mantan Ketua Umum Perpamsi. Kehadiran mereka menandakan betapa seriusnya pembahasan soal BUMD dan masa depan daerah ini.
Artikel Terkait
Mimpi Buruk Berujung Maut: Remaja di Karawang Tewaskan Ayah Kandung
Gus Ipul Tinjau SRMA, Dengar Langsung Kisah Murid yang Hidupnya Berubah
Anggota DPRD Kupang Ditahan, Terancam Pasal KDRT dan Perlindungan Anak
KPK Buka Suara: Gaji Tak Merata hingga Persepsi Korupsi sebagai Hak Istimewa