Dapur Umum Berjibun, 164 Ribu Porsi Harian Selimuti Korban Banjir Sumatera

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 21:42 WIB
Dapur Umum Berjibun, 164 Ribu Porsi Harian Selimuti Korban Banjir Sumatera

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera mendorong Kementerian Sosial untuk bergerak cepat. Mereka tak bekerja sendirian. Koordinasi intens dengan BNPB dan lembaga terkait lainnya dilakukan, dengan fokus utama mendirikan puluhan dapur umum di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini bertujuan memastikan bantuan pangan sampai ke tangan warga terdampak secepat mungkin.

Menurut data terbaru, puluhan dapur umum yang beroperasi saat ini mampu memproduksi lebih dari 164 ribu porsi makanan siap santap setiap harinya. Angka yang tidak kecil, tentunya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan bahwa langkah darurat ini murni hasil kolaborasi.

“Kemensos bergerak bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, juga para relawan. Dapur umum dibuka di berbagai lokasi agar masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan,”

Ujarnya pada Sabtu, 6 Desember 2025. Ia menyebut kerja terpadu lintas lembaga ini sebagai kunci dari respon yang diberikan.

Aceh Jadi Prioritas, 109 Ribu Porsi Per Hari

Dari semua wilayah, Aceh tampaknya menanggung beban terberat. Dampak banjir di sana begitu luas, sehingga membutuhkan skala dapur umum terbesar. Tak tanggung-tanggung, 17 titik dapur umum tersebar di tujuh kabupaten dan kota.

Kabupaten Pidie, misalnya, mengandalkan empat titik dapur yang menghasilkan 35.592 porsi sehari untuk melayani warga di desa-desa seperti Pu’uk, Dayah, Jojo, dan Blang Pandak. Daerah lain seperti Pidie Jaya juga menyumbang angka besar, yakni 35.632 porsi dari lima dapur umumnya.

Wilayah lain pun tak ketinggalan. Bireuen dengan dua dapur (4.000 porsi), Aceh Tamiang satu dapur (6.000 porsi), Kota Langsa satu dapur (4.000 porsi), Subulussalam satu dapur (15.000 porsi), hingga Aceh Tenggara dengan enam dapur yang menghasilkan 9.000 porsi per hari.

Selain makanan siap saji, bantuan juga datang dalam bentuk paket sembako. Aceh Timur menerima 2.000 paket, sementara Aceh Utara mendapat 1.000 paket.

Kondisi di Sumatera Barat dan Utara

Di Sumatera Barat, total 34.254 porsi makanan disiapkan setiap hari. Bantuan terkonsentrasi di tiga kabupaten: Padang Pariaman (22.095 porsi/hari) dan Agam dengan lima titik dapur (9.459 porsi/hari). Sementara di Pasaman Barat, dapur umum yang semula menghasilkan 2.700 porsi sehari telah ditutup per 29 November lalu karena pengungsi sudah tak ada lagi sebuah kabar baik di tengah situasi sulit.

Adapun Sumatera Utara, bantuan pangan difokuskan di tiga wilayah dengan total 21.110 porsi per hari. Rinciannya, Langkat memiliki lima titik dapur (8.150 porsi), Mandailing Natal satu titik (3.960 porsi), dan Kota Sibolga satu titik dapur yang cukup besar kapasitasnya, yakni 9.000 porsi sehari.

Gus Ipul kembali menegaskan peran vital dapur umum dalam skema penanganan bencana ini.

“Kami pastikan tidak ada daerah yang dibiarkan sendiri. Dapur umum menyuplai makanan siap saji, sementara bantuan sembako menjangkau titik-titik terpencil. Kolaborasi menjadi kunci agar semua bisa tertangani cepat,”

tegasnya.

Kemensos menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan. Kapasitas bantuan, menurut mereka, siap diperluas sesuai kebutuhan yang ada, hingga situasi benar-benar pulih dan warga bisa kembali beraktivitas normal.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar