MURIANETWORK.COM - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kementerian Pendidikan telah merilis skema resmi pembelajaran selama Ramadan 1447 H/2026 M. Pengaturan ini, yang dirancang untuk menyeimbangkan kekhusyukan ibadah dengan keberlangsungan pendidikan, memberikan kepastian bagi jutaan siswa, orang tua, dan tenaga pendidik dalam menyusun agenda bulan suci.
Menjelang bulan Ramadan, pertanyaan tentang bentuk kegiatan belajar mengajar selalu mengemuka. Kepastian ini dinilai krusial agar setiap keluarga dapat mengatur ritme antara menunaikan ibadah puasa, tadarus, dan kewajiban akademik dengan lebih terencana dan tenang.
Mengenal Tiga Periode Utama Pembelajaran Ramadan 2026
Berdasarkan hasil rapat koordinasi tingkat menteri, pola pembelajaran selama Ramadan tahun depan terbagi dalam tiga fase utama. Masing-masing fase memiliki tujuan dan mekanisme yang disesuaikan dengan kondisi spiritual dan fisik peserta didik.
Fase Pertama: Pembelajaran Mandiri di Luar Sekolah
Untuk membantu siswa beradaptasi dengan datangnya bulan suci, diterapkan masa pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga. Fase ini berlangsung singkat, hanya tiga hari, tepatnya pada Rabu hingga Jumat, 18-20 Februari 2026. Tujuannya adalah memberi ruang bagi siswa untuk mempersiapkan mental dan fisik menyambut ibadah puasa, sekaligus mengondisikan pola belajar dari rumah.
Artikel Terkait
Luis Garcia Plaza Resmi Tangani Sevilla dengan Misi Hindari Degradasi
Iran Luncurkan Rudal, 12 Orang Terluka di Israel
Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Pantai Gratis Singkawang
Angin Puting Beliung di Sabu Raijua Robohkan Gudang, Kerugian Capai Rp520 Juta