Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan kabar baik soal tanggul yang bocor di Muara Baru. Kerusakan yang sempat bikin resah warga itu konon sudah selesai diperbaiki.
Pernyataan itu dia sampaikan di Indonesia Arena GBK, Jakarta, Sabtu (6/12) lalu. Dengan nada lega, Pramono bilang, "Udah [diperbaiki], udah enggak ada lagi [yang bocor]."
Tak cuma soal tanggul, banjir rob yang melanda kawasan sekitar juga disebutnya sudah teratasi. Debit air laut yang sempat meninggi kini mulai surut. Kondisi pun berangsur pulih.
"Sejak tadi pagi jam 09.30 WIB adalah puncak tertinggi banjir rob. Dan setelah itu turun dan sekarang udah hampir normal semuanya," ucap dia.
Pramono menegaskan, "Sekarang ini (air) sudah turun. Udah normal."
Lantas, apa penyebab kebocoran tanggul itu? Sebelumnya, Kasudin SDA Jakarta Utara, Herisuandi, sudah memberi penjelasan. Menurut dia, ada dua faktor utama: tekanan air laut yang sangat tinggi dan korosi pada struktur beton akibat zat klorin.
Herisuandi ditemui di lokasi kejadian, Tanggul Laut Muara Baru, pada Jumat (5/12). Dia menegaskan, kerusakan bukan cuma karena tekanan air semata. Faktor lingkungan turut memperburuk keadaan struktur tanggul yang sudah tua.
Di sisi lain, isu pemanasan global juga disebut punya pengaruh. Naiknya permukaan air laut secara global ikut memicu debit dan ketinggian air yang lebih ekstrem di wilayah pesisir.
Artikel Terkait
Everton Vs Manchester City 3-3: Drama Enam Gol, Doku Selamatkan The Citizens di Menit Akhir
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan
Polisi Bongkar Judi Online Skala Besar di Batam, Dua Tersangka Kelola Lebih dari 200 Ribu Akun
Penundaan 11 Jam Sriwijaya Air SJ-581, Penumpang Mengeluhkan Minimnya Kompensasi dan Komunikasi