Menurutnya, jalan itu punya peran krusial. Ia jadi penghubung utama antarwilayah di Kecamatan Batu Ampar. Putus akses ini, langsung berimbas pada mobilitas warga, urusan distribusi hasil laut, dan tentu saja, kegiatan ekonomi harian yang seret.
Di sisi lain, pemerintah setempat sepertinya sudah menaruh perhatian. Camat Batu Ampar, Alfian, menyebut bahwa tahun depan ada perhatian khusus untuk infrastruktur jalan yang langganan banjir ini.
"Karena ini sudah masuk dalam bencana sehingga saya mengharapkan adanya proses peningkatan badan jalan agar tidak selalu terendam banjir rob," pungkas Alfian.
Jadi, meski warga masih harus bersabar menghadapi genangan, setidaknya ada secercah harapan untuk perbaikan di masa mendatang. Masalahnya, sampai kapan mereka harus bertahan?
Artikel Terkait
Moving: Drama Superhero Korea yang Curi Perhatian dan Raih Daesang
Korban Penjambretan di Sleman Berbalik Jadi Tersangka Usai Kejar Pelaku
Dahlan Iskan Ungkap Kerugian Rp2 Triliun Akibat Guncangan Harga Batu Bara
Potret Pahit Pendidikan Indonesia: Skor TKA 2025 Buka Mata dan Jurang Antardaerah