Di sisi lain, gambaran kerusakan di lapangan ternyata cukup parah. Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Rizal Irawan, menyoroti hasil pantauan udara yang dilakukan timnya.
Aktivitas-aktivitas itulah yang diduga memperbesar tekanan pada DAS. Material kayu dari perusahaan-perusahaan tersebut disebut-sebut memicu erosi dalam volume yang sangat besar.
Rizal menambahkan, pengawasan akan terus diperluas tidak hanya di Batang Toru, tapi juga ke Garoga dan DAS lainnya di Sumatera Utara. Tujuannya satu: mencegah bencana serupa terulang di masa depan.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral