Namun begitu, ada kabar baik. BMKG dengan tegas menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Jadi, meski getarannya cukup terasa, masyarakat setempat tak perlu khawatir akan gelombang besar yang menyusul.
Perlu diingat, informasi awal seperti ini sifatnya masih dinamis. BMKG sendiri mengakui bahwa data yang dirilis mengutamakan kecepatan. Artinya, detail seperti lokasi dan kekuatan gempa masih mungkin disesuaikan seiring dengan bertambahnya data yang masuk dari stasiun-stasiun pemantau.
Kejadian ini mengingatkan kita kembali bahwa negeri kita memang duduk di atas cincin api. Gempa bisa datang kapan saja.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi
Di Balik Rerimbunan Srengseng, Babeh Icam Bertahan Setia Meski Demam Akik Sudah Redup
Kredibilitas Pasar Modal Indonesia Terancam, MSCI Siap Turunkan Status
Kisah Tukang Es Gabus: Simpati yang Menguap Saat Korban Berbalik Ngelunjak