Kominfo Ingatkan Gen Z: Modus Penipuan Digital Makin Canggih, Waspada!

- Jumat, 05 Desember 2025 | 18:25 WIB
Kominfo Ingatkan Gen Z: Modus Penipuan Digital Makin Canggih, Waspada!

Di Ruang Seminar Lantai 6 Unsoed Purwokerto, Jumat lalu, suasana tampak serius namun cair. Yusuf Salahuddin dari Tim Pengawasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berdiri di depan para mahasiswa. Pesannya jelas: modus penipuan digital sekarang makin canggih, dan Gen Z harus waspada.

"Scam itu banyak sekali," ujar Yusuf, dengan nada yang tegas.

"Apalagi seiring berkembangnya teknologi. Kami kerap menemukan kasus seperti fake GPS, yaitu SMS yang dikirim bukan dari nomor aslinya. Coba ditelusuri, nomornya malah tidak aktif. Jadi cuma bisa mengirim, tapi tidak bisa dilacak balik."

Acara bertajuk “Deteksi Cepat Scam: Cegah Penipuan di Media Sosial, E-commerce, dan Perbankan” ini memang sengaja digelar di kampus. Tujuannya, menjangkau generasi muda yang paling akrab sekaligus rentan di ruang digital. Hadir juga Plt. Direktur Ekosistem Media Komdigi Farida Dewi Maharani dan Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq, menunjukkan betapa seriusnya isu ini.

Menurut Yusuf, pola scam sekarang benar-benar beragam. Tantangannya ganda: bagi pemerintah dan juga masyarakat yang harus cepat beradaptasi. "Selain fake SMS, ada phishing lewat email atau website palsu yang dirancang khusus untuk mencuri data. Tidak berhenti di situ, ada juga malware stealer sampai ransomware yang mengancam," tambahnya, merinci ancaman yang kian kompleks.

Lalu, apa yang sudah dilakukan? Komdigi tak tinggal diam. Upaya perlindungan data pribadi, kata Yusuf, digencarkan melalui berbagai program. Fokusnya dua arah.

"Untuk perlindungan data, bimbingan teknis intensif kami berikan terutama kepada penyelenggara sistem elektronik. Mereka kan yang memegang data," jelasnya.

"Di sisi lain, edukasi ke masyarakat juga jalan. Lewat BIMTEK dan program Digi Talent. Kami punya mini kursus e-learning yang bisa diakses siapa saja buat menambah pemahaman tentang cara melindungi data pribadi."

Acara itu sendiri tidak cuma talkshow. Para peserta kebanyakan mahasiswa juga mendapat materi dari Wakil Dekan FT Unsoed Nurul Hidayat dan Sekjen Perhimpunan Bank Nasional Anika Faisal. Agar tidak monoton, sesi workshop dan mini games yang diisi oleh Co-Founder Karsa-Siber, David Gilbert Hasudungan, turut memeriahkan suasana.

Pada intinya, pesan yang ingin disampaikan sederhana: di dunia digital yang makin ruwet, literasi bukan lagi pilihan. Itu kebutuhan. Dan pertahanan terbaik tetap dimulai dari kesadaran diri sendiri.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar