Di Ruang Seminar Lantai 6 Unsoed Purwokerto, Jumat lalu, suasana tampak serius namun cair. Yusuf Salahuddin dari Tim Pengawasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berdiri di depan para mahasiswa. Pesannya jelas: modus penipuan digital sekarang makin canggih, dan Gen Z harus waspada.
"Scam itu banyak sekali," ujar Yusuf, dengan nada yang tegas.
"Apalagi seiring berkembangnya teknologi. Kami kerap menemukan kasus seperti fake GPS, yaitu SMS yang dikirim bukan dari nomor aslinya. Coba ditelusuri, nomornya malah tidak aktif. Jadi cuma bisa mengirim, tapi tidak bisa dilacak balik."
Acara bertajuk “Deteksi Cepat Scam: Cegah Penipuan di Media Sosial, E-commerce, dan Perbankan” ini memang sengaja digelar di kampus. Tujuannya, menjangkau generasi muda yang paling akrab sekaligus rentan di ruang digital. Hadir juga Plt. Direktur Ekosistem Media Komdigi Farida Dewi Maharani dan Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq, menunjukkan betapa seriusnya isu ini.
Menurut Yusuf, pola scam sekarang benar-benar beragam. Tantangannya ganda: bagi pemerintah dan juga masyarakat yang harus cepat beradaptasi. "Selain fake SMS, ada phishing lewat email atau website palsu yang dirancang khusus untuk mencuri data. Tidak berhenti di situ, ada juga malware stealer sampai ransomware yang mengancam," tambahnya, merinci ancaman yang kian kompleks.
Artikel Terkait
Menhan: Status Siaga Satu TNI untuk Jamin Rasa Aman, Bukan untuk Dikhawatirkan
BPJS Kesehatan Makassar Tetap Buka Layanan Administrasi Selama Libur Lebaran
Nastar hingga Kue Kacang: Kisah di Balik Kue Kering Wajib Lebaran
Once Mekel Dorong Keseimbangan Hak Cipta dan Akses Publik dalam Revisi UU