Di sisi lain, Gubernur Deru menegaskan bahwa kesiapsiagaan tetap jadi prioritas utama, meski status resmi belum keluar. Situasinya memang agak unik. Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi itu pun ternyata belum dicabut. Artinya, daerah harus siaga menghadapi dua ancaman sekaligus: sisa potensi kebakaran dari musim kemarau dan ancaman baru dari curah hujan yang tinggi.
“Kita menunggu laporan signifikan dari BMKG. Kalau ada indikasi yang serius, tentu provinsi akan menetapkan status siaga,” tegas Deru.
Dengan status siaga yang sudah berlaku di ketiga daerah tadi, semua pihak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. BPBD Sumsel sendiri mengklaim sudah menyiapkan berbagai kebutuhan mendasar. Peralatan darurat, personel, dan tumpukan logistik penting sudah mereka tempatkan di titik-titik yang dianggap rawan.
“Peralatan dan perlengkapan sudah siap. Logistik pun sudah ditempatkan di daerah prioritas agar distribusinya cepat saat terjadi bencana,” ujar Iqbal.
Jadi, meski status provinsi masih digantung, persiapan di lapangan sepertinya sudah mulai bergulir. Semuanya kini bergantung pada langit dan laporan BMKG dalam beberapa minggu ke depan.
Artikel Terkait
Polda Telusuri 86 CCTV untuk Ungkap Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Bank Sulselbar Siapkan 36 ATM di Bone untuk Arus Mudik Lebaran
Anggota DPR dari Berbagai Fraksi Gelar Mudik Gratis Jelang Lebaran 2026
Gubernur Sulsel Lepas Armada Mudik Gratis Mudik Aman, Berbagi Harapan