Kenapa Sumatera Dilanda Banjir dan Longsor Dahsyat?
Jawabannya mungkin lebih dekat dari yang kita bayangkan. Coba lihat sekeliling. Ternyata, pulau Sumatera sudah dikepung oleh berbagai konsesi istilah untuk pemberian hak atau izin oleh pemerintah yang mengubah wajah dan daya dukung alamnya.
Di sisi lain, ada faktor lain yang tak kalah massif: perkebunan kelapa sawit atau PKS. Lahan-lahan hijau yang dulu menyerap air, satu per satu berganti menjadi hamparan monokultur.
Belum lagi aktivitas penambangan dengan Izin Menambang (IM) yang kerap meninggalkan bekas lubang dan lereng terkelupas. Ketika hujan deras datang, tanah yang sudah rapuh itu mudah sekali amblas dan terbawa arus.
Nah, kalau ditambah dengan proyek-proyek energi besar yang mengubah aliran sungai dan struktur tanah, lengkaplah sudah tekanannya. Alam pun punya batas kesabaran.
Jadi, wajar saja kalau akhirnya bencana datang bertubi-tubi. Banjir dan tanah longsor yang terjadi bukan semata soal curah hujan tinggi. Tapi lebih pada bagaimana daratan Sumatera telah kelelahan menahan beban di atasnya.
Lanskapnya sudah berubah total. Dan kita semua merasakan dampaknya sekarang.
Artikel Terkait
118 BEM Nusantara Dialog Langsung dengan Mentan, Bahas Swasembada Pangan hingga Koperasi Desa
Calon Jemaah Haji Asal Mamuju Meninggal di RS Wahidin Sesaat Sebelum Diberangkatkan ke Tanah Suci
Mahfud MD Ungkap Sembilan Kultur Buruk di Polri, Kekerasan hingga Korupsi Jadi Sorotan Utama
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Berpotensi Hujan Sedang pada Kamis