Ia berusaha meluruskan. Penyampaian ini, katanya, bukan soal kekerasan atau kesombongan. Ini soal menyampaikan kebenaran yang ia yakini.
Di sisi lain, ABB juga membagi pandangannya tentang penerapan syariat. Ada yang mengatur urusan pribadi sehari-hari, dan ada yang mengatur negara. Ia berpendapat, hidup di negara yang menerapkan hukum Islam adalah ideal bagi umat Muslim agar iman tak rusak. Namun begitu, perjuangan menuju situasi itu, ditegaskannya, harus damai.
“Dalam perjuangannya jangan ada kekerasan. Cukup dengan dakwah dan doa. Masyarakat kita dakwahi, pemerintah pun kita nasihati,” ujarnya.
Tugas kita, lanjutnya, cuma menasihati dan mendoakan dengan cara damai. Soal perubahan hati, itu sepenuhnya wewenang Allah.
Sebagai penutup, ia kembali mengajak para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat untuk konsisten menasihati pemerintah. Tujuannya satu: agar negara ini suatu hari nanti diatur dengan hukum Islam. Sekali lagi ia menegaskan, ajakan ini adalah seruan kebenaran, bukan hasutan untuk bertindak kasar.
Reporter: Suhail
Artikel Terkait
Desa di Balik Hutan: Pemerintah dan DPR Bahas Nasib Ribuan Kampung Tertinggal
Dompet dan Buku Harian Pramugari Ditemukan di Lereng Bulusaraung
Tiga Guru Besar Siap Dukung Tifa di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Purbaya Yudhi Sadewa: Saya Bisa Perbaiki Rupiah dalam Dua Hari, Tapi...