“Kehadiran tangki air dan relawan kami diharapkan bisa menjaga kesehatan masyarakat. Sekaligus mencegah munculnya penyakit-penyakit yang biasanya muncul karena lingkungan yang tidak bersih,” tambahnya.
Untuk mengoperasikan semua bantuan itu, PMI Lampung memberangkatkan empat relawan dengan kompetensi khusus di bidang WASH (Air, Sanitasi, dan Kebersihan). Satu relawan Bantuan Non Tunai (BNT) juga turut serta untuk memperkuat misi di lapangan.
Wulan menegaskan, ini baru tahap awal. PMI Lampung akan terus memantau perkembangan di lokasi bencana. Jika diperlukan, bantuan lanjutan siap dikirimkan.
“Jaga nama baik PMI Provinsi Lampung,” pesannya kepada para relawan.
“Pastikan bantuan sampai tepat sasaran. Dan yang paling utama, keselamatan rekan-rekan di lapangan adalah prioritas kita semua,” tegas Batin Wulan.
Di sisi lain, PMI Provinsi Lampung menyatakan kesiapannya untuk bersinergi. Baik dengan PMI Pusat, pemerintah daerah, maupun seluruh pihak terkait. Tujuannya satu: mempercepat penanganan darurat dan proses pemulihan pascabencana.
Artikel Terkait
Dari Tunanetra Jadi Terapis Andalan, Andry Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Berkarya
Puisi: Arsip Sunyi yang Menyimpan Kekecewaan Publik
Banjir Lumpuhkan Lintasan, 82 Perjalanan KA Terpaksa Batal
Mikrofon Dimatikan Saat Kerabat Keraton Solo Protes di Acara Penyerahan SK Menteri