Menteri Kehutanan Beberkan Data Kerusakan Hulu DAS Pemicu Banjir di Sumatera

- Kamis, 04 Desember 2025 | 15:00 WIB
Menteri Kehutanan Beberkan Data Kerusakan Hulu DAS Pemicu Banjir di Sumatera

Rapat Kerja Komisi IV DPR, Kamis lalu, diwarnai paparan mendalam dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ia menjabarkan akar masalah di balik banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, bencana ini bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil dari beberapa faktor yang saling bertautan.

“Pertama, ada siklus tropis senyar yang memicu cuaca ekstrem dan curah hujan sangat tinggi,” ujar Raja Juli dalam rapat itu.

Namun begitu, cuaca buruk saja tak cukup menjelaskan segalanya. Faktor kedua adalah bentuk geomorfologi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang rentan. Dan yang ketiga, tegasnya, adalah kerusakan di daerah tangkapan air.

Di sinilah masalahnya mengerucut. Raja Juli membeberkan data yang cukup mencengangkan. Berdasarkan identifikasi, tutupan lahan di hulu DAS di ketiga provinsi itu mengalami perubahan drastis.

“Di 31 DAS yang terdampak bencana di Aceh, kami temukan lahan kritis seluas 217.301 hektare. Angka itu setara dengan 7,1 persen dari total luas DAS yang kena imbas,” ungkapnya.

Keadaan di Sumut tak lebih baik. Analisis citra satelit menunjukkan alih fungsi hutan menjadi lahan non-hutan mencapai 9.424 hektare. Sementara itu, Sumatera Barat juga menunjukkan tren serupa dengan perubahan tutupan lahan seluas 1.821 hektare.

Raja Juli menutup penjelasannya dengan satu fakta lagi. Di 12 DAS di Sumatera Barat, luas lahan kritisnya mencapai 39.816 hektare. Itu sekitar tujuh persen dari total area.

Jadi, bencana alam ini seolah jadi pengingat yang keras. Cuaca ekstrem bertemu dengan kondisi alam yang sudah rentan, diperparah oleh ulah manusia yang menggerus daerah resapan air. Sebuah kombinasi yang berujung petaka.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar