Di hotel Novotel, Kamis lalu (4/12/2025), suasana tampak berbeda. Ruang pertemuan dipenuhi para pejabat kota Palembang yang berkumpul bukan untuk rapat biasa, melainkan memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. Acara yang digelar Pemkot ini memang sengaja mengundang seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan satu pesan utama: pemberantasan korupsi butuh gerakan bersama.
Kehadiran Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menjadi penekanan bahwa isu ini dianggap serius. Bukan sekadar formalitas.
“Lewat momentum Hari Antikorupsi Sedunia ini, mari kita jadikan integritas sebagai budaya kerja. Bukan cuma slogan yang kita dengungkan setahun sekali,” ujar Ratu Dewa di hadapan para stafnya.
Ia lantas menegaskan sesuatu yang sering terlupa. Bahwa tindakan kecil yang jujur, dalam keseharian kerja sekalipun, punya dampak besar. Kontribusinya nyata untuk membangun ekosistem pemerintahan yang lebih bersih.
“Setiap tindakan kecil yang jujur adalah aksi nyata yang berkontribusi memberantas korupsi di Kota Palembang. Kita ingin menghadirkan pemerintah yang bukan hanya taat aturan, tetapi juga menjadi teladan dalam komitmen antikorupsi,” tambahnya.
Menurutnya, peringatan tahunan seperti ini harus jadi pengingat, sekaligus momen untuk menguatkan komitmen kolektif. Tanpa itu, semua hanya jadi seremonial belaka.
Artikel Terkait
Trump Tawarkan Kursi di Dewan Perdamaian Gaza, Tarifnya Rp 16,9 Triliun
Dua Perempuan Sumedang Diselamatkan dari Jerat Calo Pekerjaan Ilegal di Garut
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam OTT di Madiun, Wali Kota Turut Diamankan
Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Usung Anies dan Tolak Pilkada Lewat DPRD