Ratu Dewa Serukan Integritas, Bukan Slogan, di Peringatan Hari Antikorupsi

- Kamis, 04 Desember 2025 | 14:36 WIB
Ratu Dewa Serukan Integritas, Bukan Slogan, di Peringatan Hari Antikorupsi

Di hotel Novotel, Kamis lalu (4/12/2025), suasana tampak berbeda. Ruang pertemuan dipenuhi para pejabat kota Palembang yang berkumpul bukan untuk rapat biasa, melainkan memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. Acara yang digelar Pemkot ini memang sengaja mengundang seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan satu pesan utama: pemberantasan korupsi butuh gerakan bersama.

Kehadiran Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menjadi penekanan bahwa isu ini dianggap serius. Bukan sekadar formalitas.

“Lewat momentum Hari Antikorupsi Sedunia ini, mari kita jadikan integritas sebagai budaya kerja. Bukan cuma slogan yang kita dengungkan setahun sekali,” ujar Ratu Dewa di hadapan para stafnya.

Ia lantas menegaskan sesuatu yang sering terlupa. Bahwa tindakan kecil yang jujur, dalam keseharian kerja sekalipun, punya dampak besar. Kontribusinya nyata untuk membangun ekosistem pemerintahan yang lebih bersih.

“Setiap tindakan kecil yang jujur adalah aksi nyata yang berkontribusi memberantas korupsi di Kota Palembang. Kita ingin menghadirkan pemerintah yang bukan hanya taat aturan, tetapi juga menjadi teladan dalam komitmen antikorupsi,” tambahnya.

Menurutnya, peringatan tahunan seperti ini harus jadi pengingat, sekaligus momen untuk menguatkan komitmen kolektif. Tanpa itu, semua hanya jadi seremonial belaka.

Di sisi lain, wali kota juga memberikan instruksi yang cukup konkret. Ia meminta seluruh OPD memperketat pengawasan internal dan meningkatkan kualitas layanan publik. Inovasi digital, katanya, harus diperluas untuk menutup celah-celah penyimpangan yang mungkin terjadi.

“Pastikan setiap program dan anggaran dikelola secara akuntabel. Jalankan tugas dengan jujur, transparan, dan bebas dari gratifikasi maupun pungutan liar. Jadilah teladan bagi seluruh ASN,” tegas Ratu Dewa dengan nada serius.

Tak lupa, ia mendorong dukungan penuh terhadap program Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) dari KPK. Program pencegahan korupsi ini dinilai penting untuk diperkuat di tingkat daerah.

“Saya mengimbau seluruh perangkat daerah untuk mendukung dan menindaklanjuti MCSP dari KPK. Itulah wujud nyata komitmen kita,” pungkasnya menutup arahan.

Pesan-pesan itu menggema di ruangan. Sekarang, tinggal menunggu realisasinya di lapangan. Apakah pertemuan di hotel mewah itu cukup untuk menggerakkan perubahan? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar