Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat belum lama ini benar-benar memilukan. Ribuan korban jiwa berjatuhan, fasilitas umum porak-poranda. Nah, di tengah duka dan kerusakan itu, publik kembali menyoroti satu isu lama: pertambangan. Banyak yang menuding aktivitas tambang sebagai biang kerok di balik bencana alam ini.
Di sisi lain, wacana untuk menghentikan total semua kegiatan pertambangan atau yang sering disebut 'zero mining' kembali mengemuka. Gagasan ini didorong sejumlah kalangan masyarakat sipil sebagai jawaban atas persoalan lingkungan. Tapi, tidak semua setuju.
Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla atau yang akrab disapa Gus Ulil, termasuk yang menolak keras ide tersebut. Baginya, wacana zero mining itu sama sekali tidak tepat.
Artikel Terkait
Opini Tanpa Data: Ancaman Nyata bagi Demokrasi di Era Medsos
Roy Suryo dan Dokter Tifa Gugat Pasal Pencemaran Nama Baik ke MK
Duka dan Amarah di Boyolali: Bocah Tewas, Ibu Kritis dalam Perampokan Biadab
Tragedi Lula Lahfah: Tabung Pink dan Misteri Kematian yang Tak Terautopsi