“Kemanusiaan adalah hukum paling tinggi. Mari kita cintai tanah air kita, kita sayangi saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air,” tegasnya.
Rencana pengiriman bantuan sendiri sempat berubah. Awalnya, sebagian akan dikirim via laut. Namun begitu jalur darat dinyatakan bisa dilalui, Kementerian Sosial langsung geser strategi. Mereka memaksimalkan distribusi lewat truk dan kendaraan darat lainnya pertimbangannya, lebih cepat dan efektif.
Barang-barang yang dikirim pun beragam sekali. Mulai dari kebutuhan paling mendasar seperti beras, pakaian, dan mi instan, sampai ke perlengkapan penunjang hidup seperti family kit, kasur, selimut, bahkan genset dan tenda. Intinya, mencakup hampir semua yang diperlukan warga untuk bertahan.
Menurut pantauan di lapangan, bantuan kini sudah mulai tiba. Baik yang dikirim lewat udara maupun darat, sudah mendarat di Aceh Tamiang. Proses penyalurannya berjalan dengan koordinasi ketat bersama BNPB. Melalui jalur darat saja, ada 106 jenis barang yang diantarkan. Sementara lewat udara, sekitar 10 jenis barang prioritas seperti makanan siap saji, sandang, dan kidswear didistribusikan.
Harapannya, dengan semua upaya ini, beban saudara-saudara di Aceh Tamiang bisa sedikit terangkat. Dan proses pemulihan bisa segera dimulai.
Artikel Terkait
Guru vs Murid di Jambi Berujung Pengeroyokan dan Laporan Polisi
Banjir Lumpuhkan Rute Utama, KAI Batalkan Belasan Perjalanan Kereta
IKATSI Soroti Dua Sisi Rencana Revitalisasi Tekstil: Angin Segar dan Tantangan Nyata
Mikrofon Padam Saat Putri Keraton Solo Tolak SK Menteri