Angka korban bencana di Sumatera terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru saja merilis data terbaru yang benar-benar memilukan. Per Kamis (4/12), tercatat 776 orang meninggal dunia. Yang membuat hati semakin sesak, 564 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Jumlah korban luka-luka pun tak kalah besar, mencapai 2.600 orang lebih. Kalau dilihat dari sebarannya, Sumatera Utara mencatat korban terbanyak. Posisi berikutnya diisi Aceh, lalu Sumatera Barat.
Dampak kerusakannya sangat luas. Lebih dari sepuluh ribu rumah hancur atau rusak, tersebar di 51 kabupaten dan kota. Bayangkan, puluhan ribu keluarga kini kehilangan tempat tinggal.
Infrastruktur publik juga luluh lantak. Menurut data yang tercatat, ratusan fasilitas umum ikut menjadi korban.
- Fasilitas umum yang rusak mencapai 354 unit.
- Jembatan putus atau rusak parah ada 295 unit.
- Gedung sekolah dan pendidikan lainnya yang tak bisa dipakai berjumlah 213 unit.
- Rumah ibadah yang terdampak sekitar 132 unit.
- Gedung perkantoran rusak 100 unit.
- Fasilitas kesehatan yang lumpuh tercatat 9 unit.
Di tengah situasi yang suram ini, bantuan terus mengalir. Meski begitu, upaya penyalurannya masih menjadi tantangan besar di lapangan.
BNPB mencatat beberapa bentuk bantuan yang sudah sampai ke lokasi. Antara lain ribuan paket sembako, puluhan unit tenda pengungsian, serta matras dan pakaian. Mereka juga telah mendistribusikan puluhan unit Starlink untuk memulihkan komunikasi di daerah terpencil yang terisolasi.
Artikel Terkait
Menkeu Yakin IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini Meski Sempat Ambruk Jadi yang Terburuk se-Asia
Bayi 5 Bulan Tewas dalam Kecelakaan di Manado, Pengemudi Ditetapkan Tersangka
Andi Taletting Langi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua IKA Politik Unhas Periode 2026-2030
Dua Pelajar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Perempatan Alun-Alun Purwodadi