Operasi Badan Narkotika Nasional (BNN) ternyata belum berhenti di penangkapan seorang perempuan di Kamboja. Setelah menciduk Paryatin yang punya banyak alias seperti Dewi Astutik atau sekadar ‘Mami’ di Sihanoukville, penyelidikan justru makin melebar. Jaringannya diduga menjangkau jauh, bahkan lintas benua.
Perempuan asal Ponorogo ini bukan bandar sembarangan. Ia disebut-sebut sebagai otak di balik upaya penyelundupan sabu seberat dua ton ke Indonesia. Modus operasinya dikaitkan dengan dua wilayah produksi narkoba paling ganas di dunia: Golden Triangle di Asia Tenggara dan Golden Crescent yang meliputi Afghanistan hingga Pakistan.
Menurut Kepala BNN Komjen Suyudi, peta jaringan yang mulai tergambar cukup rumit. “Paryatin sementara merupakan jaringan Kamboja–Nigeria–Brasil, jadi belum terkonfirmasi sebagai rekan Fredy Pratama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/12).
Artinya, meski jejaknya membentang dari Ethiopia sampai Brasil, hubungan langsung dengan gembong besar Fredy Pratama masih samar. Tapi BNN tak mau berhenti di situ.
“BNN turut berkolaborasi bersama Polri dan Bea Cukai guna mendalami operasi jaringan FP. Walau belum terkonfirmasi sebagai rekan FP, tetap kita dalami keduanya untuk pendalaman jaringan mereka,” tegas Suyudi.
Fredy Pratama sendiri, yang dijuluki "Pablo Escobar Indonesia", masih buron dan diduga bersembunyi di kawasan Golden Triangle. Jaringannya masif, dengan ribuan kaki tangan.
Artikel Terkait
Tersangka Kasus Ijazah Palsu Tuntut Keadilan Proses Hukum, Sebut Ada Diskriminasi Polda
Satu Korban Ditemukan di Jurang Gunung Bulusaraung, Evakuasi Dihadang Medan Ekstrem
Taruna TNI-Polri Berlayar ke Aceh, Bantu Korban Banjir Sebelum Dilantik Jadi Perwira
Dari Puisi Rendra ke Lawakan Pandji: Kritik Sosial yang Tak Pernah Mati