Presiden Iran Masoud Pezeshkian punya pesan khusus untuk negara-negara tetangganya. Intinya, Teheran berusaha menghindari perang. Semua upaya diplomasi ditempuh. Tapi, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel akhirnya memaksa mereka untuk membalas. "Kami tidak punya pilihan lain," begitu kira-kira tekanannya.
Ungkapan itu disampaikan Pezeshkian lewat platform X, Kamis lalu. Menariknya, dia mengunggahnya dalam dua bahasa sekaligus: Arab dan Persia.
"Kami menghormati kedaulatan Anda," tulisnya dalam kedua unggahan tersebut, seperti dilaporkan Aljazeera.
Menurutnya, keamanan regional hanya bisa terwujud kalau ada upaya kolektif. Semua pihak harus terlibat. Itu prinsip yang dipegang Iran.
Di sisi lain, komentar Pezeshkian ini muncul di tengah situasi yang cukup panas. Sebelumnya, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani baru saja melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Dalam percakapan itu, Araghchi dengan tegas menampik klaim yang beredar. Isunya, Iran hanya menargetkan kepentingan AS di wilayah tersebut. Dia membantahnya. Narasi itu, katanya, tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Artikel Terkait
Persija Amankan Tiga Poin dari PSBS Biak, Tekan Pesaing di Puncak Klasemen
Kementerian Haji dan Umrah Diuji, Kloter Pertama Berangkat 22 April 2026
Iran Tegaskan Tolak Pembicaraan dengan AS, Gencatan Senjata Hampir Berakhir
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jakarta Sore Ini