Presiden Iran Masoud Pezeshkian punya pesan khusus untuk negara-negara tetangganya. Intinya, Teheran berusaha menghindari perang. Semua upaya diplomasi ditempuh. Tapi, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel akhirnya memaksa mereka untuk membalas. "Kami tidak punya pilihan lain," begitu kira-kira tekanannya.
Ungkapan itu disampaikan Pezeshkian lewat platform X, Kamis lalu. Menariknya, dia mengunggahnya dalam dua bahasa sekaligus: Arab dan Persia.
"Kami menghormati kedaulatan Anda," tulisnya dalam kedua unggahan tersebut, seperti dilaporkan Aljazeera.
Menurutnya, keamanan regional hanya bisa terwujud kalau ada upaya kolektif. Semua pihak harus terlibat. Itu prinsip yang dipegang Iran.
Di sisi lain, komentar Pezeshkian ini muncul di tengah situasi yang cukup panas. Sebelumnya, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani baru saja melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Dalam percakapan itu, Araghchi dengan tegas menampik klaim yang beredar. Isunya, Iran hanya menargetkan kepentingan AS di wilayah tersebut. Dia membantahnya. Narasi itu, katanya, tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Artikel Terkait
Erick Thohir Sambut Positif Shin Tae-yong Latih Persija, Targetkan Liga Indonesia Tembus 10 Besar Asia
Empat Prajurit TNI Divonis Hari Ini dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bisa Berjuang Sendirian Jika Perang dengan Iran Berlanjut
Ole Romeny Dinobatkan sebagai Pemain Terusung Usai Gol Tunggal Bawa Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik