26 SPPG Beroperasi, Bantuan Dialihkan untuk Korban
Secara umum, di Bireun sebenarnya ada 26 SPPG yang berjalan. Tapi banjir merusak dua unit sejak awal, tepatnya di Kecamatan Jangka dan Peusangan. Dampaknya langsung terasa.
Di tengah situasi darurat ini, program Makanan Bergizi (MBG) yang biasanya untuk siswa sekolah pun dialihkan. Sekolah diliburkan, sehingga bantuan dialirkan ke masyarakat, khususnya korban bencana. Sebanyak 21 SPPG terlibat dalam penyaluran ini.
Angkanya cukup besar. Pada 26 November, mereka mendistribusikan 62.826 paket. Esok harinya, 27 November, bertambah 30.261 paket. Tanggal 28 November, ada 37.180 paket yang sampai ke tangan warga.
“Sementara pada 29 November 2025 dikirimkan 38.668 paket bantuan,” jelas Mustafa Kamal.
Kolaborasi dengan Pemkab Bireun juga dilakukan dengan meminjamkan lima kendaraan operasional pada 26-30 November. Bahkan, tiga mobil distribusi dikerahkan lagi pada 2 Desember untuk mempercepat bantuan.
Tapi semua upaya itu akhirnya mentok. Kelangkaan bahan baku, listrik yang tak menentu, air bersih yang sulit, plus pasokan gas yang minim, memaksa SPPG yang semula bertahan akhirnya berhenti beroperasi. Situasinya memang berat.
“Untuk sementara kami baru dapat melanjutkan operasional hingga hari ini, 3 Desember 2025,” tutup Kamal dengan nada prihatin.
Artikel Terkait
Menteri Pertahanan Israel Ancam Eliminasi Calon Pengganti Pemimpin Tertinggi Iran
Anggota Polsek Panakkukang Ditahan sebagai Tersangka Kasus Tewasnya Remaja di Makassar
Manchester City Ditahan Imbang Nottingham Forest 2-2 di Etihad
Hujan Deras dan Angin Kencang Tumbangkan Puluhan Pohon, Rusak Kendaraan di Bandung