Darwis kemudian menekankan satu hal penting. APBD itu pada dasarnya cuma rencana. Bisa jadi nyata, bisa juga tidak. Ia memberi contoh konkret: anggaran serupa di tahun 2025 ternyata mandek dan tak terealisasi sama sekali.
Nah, di sinilah persoalannya jadi makin rumit. Defisit APBD Mempawah 2026 yang mencapai Rp 70 miliar disebutnya sebagai penentu utama. Nasib pembangunan rumah dinas, dan mungkin juga sejumlah program lain, bergantung pada kemampuan daerah menutupi lubang anggaran itu.
Pernyataan terakhirnya itu seperti menggantung. Menyisakan tanda tanya besar di udara tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Artikel Terkait
Kubah Masjid: Jejak Akulturasi Islam dan Kearifan Lokal Nusantara
Siap Sambut Imlek 2026, Ini Ucapan Bahasa Inggris yang Tak Biasa untuk Tahun Kuda Api
Isra Mikraj: Cermin Ujian Iman dalam Perjalanan Hidup Manusia
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta