Darwis kemudian menekankan satu hal penting. APBD itu pada dasarnya cuma rencana. Bisa jadi nyata, bisa juga tidak. Ia memberi contoh konkret: anggaran serupa di tahun 2025 ternyata mandek dan tak terealisasi sama sekali.
Nah, di sinilah persoalannya jadi makin rumit. Defisit APBD Mempawah 2026 yang mencapai Rp 70 miliar disebutnya sebagai penentu utama. Nasib pembangunan rumah dinas, dan mungkin juga sejumlah program lain, bergantung pada kemampuan daerah menutupi lubang anggaran itu.
Pernyataan terakhirnya itu seperti menggantung. Menyisakan tanda tanya besar di udara tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Artikel Terkait
IAEA: Iran Belum Miliki Program Senjata Nuklir, Namun Pengayaan Uranium Capai Level Mengkhawatirkan
Kapal Perang Iran Ditenggelamkan Kapal Selam AS di Lepas Pantai Sri Lanka
Menhub Siapkan 841 Kapal untuk Angkut 3,2 Juta Pemudik Lebaran 2026
IHSG Melonjak 1,67%, Sentimen Positif Dominasi Pasar Saham