Suasana malam di Jalan Puri Gading, Jimbaran, Bali, Sabtu pekan lalu, mendadak ricuh. Sekitar pukul tujuh malam, seorang sopir truk tangki berinisial FH (23) terlibat cekcok panas dengan sejumlah warga setempat. Penyebabnya? Truk yang dikendarai FH disebut-sebut menutup akses jalan. Dan rupanya, sang sopir dalam keadaan mabuk.
Cekcok mulut itu dengan cepat bereskalasi jadi perkelahian fisik. Turun dari kabinnya, FH dikabarkan mengambil kunci roda dan langsung menyerang warga yang ada di depannya. Aksi itu berakibat fatal bagi seorang pemuda, IGB (23), yang kepalanya terluka hingga bocor.
Nah, serangan itu justru memicu amarah warga yang lain. Mereka bergerak mengeroyok FH. Dalam sebuah video yang sempat viral di media sosial, terlihat jelas FH diikat di sebuah tiang listrik sambil mendapat perlakukan kasar dari massa. Akibatnya, pria 23 tahun itu pun babak belur luka robek di kening dan lutut, plus memar di leher. Polisi dari Polsek Kuta Selatan akhirnya turun tangan mengamankan situasi yang sudah memanas itu.
Dari peristiwa itu, polisi menahan tiga orang: sang sopir FH, dan dua warga berinisial IKS dan IWS. Tapi ceritanya tidak berhenti di situ.
Pada Selasa siang, suasana di Polsek Kuta Selatan tiba-tiba ramai oleh ratusan warga. Mereka datang beramai-ramai, melakukan aksi damai sebagai bentuk dukungan moral terhadap IKS dan IWS yang ditahan. Jumlahnya tidak main-main, mencapai sekitar lima ratus orang.
Artikel Terkait
Menkumham Yusril Kritik Parliamentary Threshold di Seminar Partai Nonparlemen
Pemerintah Pastikan Bonus Lebaran 2026 untuk Driver Ojol Cair Lebih Awal
Fiersa Besari Unggah Bukti Setoran Pajak Rp129 Juta, Tegaskan Kewajiban Wajib Pajak
Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi Kebangsaan dengan Mantan Kepala Negara dan Ketua Parpol