"Prioritas kami tetap menjangkau daerah-daerah yang terisolasi seperti Aceh Tamiang, Sibolga, Tapteng, Tapanuli Selatan, Aceh Utara, Aceh Selatan, Agam, Banda Meriah, Palembayang, dan lainnya," jelasnya.
Namun begitu, dia juga jujur mengakui kendala di lapangan. Tantangan terbesarnya bukan lagi uang, melainkan bagaimana menembus daerah yang jalannya putus total.
"Tantangannya ada di transportasi. Kami terus koordinasi dengan berbagai pihak agar bantuan benar-benar sampai ke saudara kita yang membutuhkan," kata Ferry.
Di sisi lain, respons publik yang begitu masif ini menunjukkan satu hal: kepedulian sosial masyarakat Indonesia masih sangat tinggi. Saat bencana datang, solidaritas selalu muncul mengalahkan segala perbedaan.
Aksi Ferry ini, sekali lagi, membuktikan bahwa kolaborasi antara publik figur dan masyarakat bisa menghasilkan dampak nyata yang sangat besar. Sekarang, semua mata tertuju pada proses penyaluran, berharap bantuan segera meringankan beban mereka yang terdampak.
Artikel Terkait
Antusiasme Konser Mewah vs Realita 171 Juta Penduduk Miskin
SP3 Eggi-Damai: Instruksi Istana yang Mengabaikan Aturan Hukum
Dari Brimob ke Medan Ukraina: Kisah Rio dan Taruhan Nyawa Sebagai Tentara Bayaran
Khamenei Tuding AS dan Israel Dalang Kerusuhan, Janji Pertanggungjawaban