“Amerika Serikat sangat puas dengan hasil yang ditunjukkan melalui kerja keras dan tekad di negara Suriah,” ucap Trump.
Ia menambahkan, “Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan Pemerintah Suriah terus menjalankan apa yang telah direncanakan, yang sangat penting, untuk membangun negara yang sejati dan makmur.”
Trump bahkan memberikan pujian personal kepada al-Sharaa. Ia menggambarkannya sebagai pemimpin regional yang berupaya mendorong stabilitas.
“Presiden baru Suriah, Ahmed al-Sharaa, bekerja dengan giat untuk memastikan hal-hal baik terjadi, dan agar Suriah maupun Israel memiliki hubungan yang panjang dan makmur bersama,” jelasnya.
Tak butuh waktu lama, respons dari Israel pun datang. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa kedua pemimpin telah berbicara melalui telepon.
Rincian percakapan mereka tidak diungkap secara detail. Tidak disebut apakah Suriah menjadi topik pembicaraan. Namun, ada satu pengumuman penting: Trump telah mengundang Netanyahu untuk berkunjung ke Gedung Putih "dalam waktu dekat". Undangan yang, dalam politik, selalu punya makna lebih dari sekadar kunjungan biasa.
Artikel Terkait
Pohon Kebaikan Wan Daud: Puisi untuk Membangkitkan Singa Islam yang Tertidur
Dari Aceh ke Donbass: Kisah Briptu yang Desersi dan Jadi Tentara Bayaran Rusia
Senator Papua Kritik Lembaga Baru: Papua Butuh Dialog, Bukan Birokrasi
Gema Bangsa Resmi Melangkah, Langsung Dukung Prabowo di 2029