Pasca Banjir Bandang, Pidie Jaya Dihantui Krisis Kesehatan dan Kelumpuhan Rumah Sakit

- Selasa, 02 Desember 2025 | 01:00 WIB
Pasca Banjir Bandang, Pidie Jaya Dihantui Krisis Kesehatan dan Kelumpuhan Rumah Sakit

Enam hari berlalu, namun bayangan bencana masih pekat di Pidie Jaya. Pasca banjir bandang yang melanda Rabu lalu, ancaman baru justru muncul: krisis kesehatan. Ribuan warga yang terpaksa mengungsi ke posko-posko darurat kini menghadapi momok penyakit menular. Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah setempat benar-benar kewalahan.

Ruang perawatan penuh sesak. Data sementara menyebut lebih dari 300 orang harus dirawat. Kebanyakan dari mereka mengalami luka-luka akibat terbentur atau tertusuk material banjir. Tak sedikit pula yang terserang demam tinggi, diduga karena kelelahan dan kondisi lingkungan yang buruk.

Wakil Direktur RSUD Pidie Jaya, dr. Aditya, mengonfirmasi situasi yang semakin pelik ini.

"Setelah evakuasi korban banjir, kunjungan ke rumah sakit malah semakin meningkat. Banyak pasien luka-luka terkena sampah banjir. Yang mengkhawatirkan, sebagian besar anak-anak mengalami demam, bahkan ada beberapa yang sampai kejang saat proses evakuasi," ujarnya, Senin (1/12/2025).

Dia melanjutkan, derasnya arus pasien yang berdatangan membuat pelayanan kesehatan tak lagi seimbang. Tenaga medis bekerja jauh melampaui kapasitas normal.

"Saat ini kita benar-benar kekurangan tenaga, khususnya perawat," tuturnya.

Masalahnya tak berhenti di situ. Upaya untuk memulihkan keadaan terhambat dari hulu. Pasokan obat-obatan penting dari Sumatera Utara macet total karena akses jalan nasional Medan–Banda Aceh lumpuh. Stok masker pun habis, baik di pasaran umum maupun di rumah sakit itu sendiri. Akibatnya, para perawat terpaksa berhadapan langsung dengan risiko paparan debu dan penyakit tanpa pelindung yang memadai.

Di tengah situasi yang serba sulit ini, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Fokus utamanya adalah mempercepat pengiriman bantuan, terutama obat-obatan dan perlengkapan medis yang sangat kritis.

"Kita doakan pasien yang berada di UGD ini cepat sembuh," kata Sibral, mencoba memberikan harapan di tengah keprihatinan yang mendalam.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler