Banjir besar tak hanya menyapu Indonesia. Kawasan Asia Tenggara lainnya, khususnya Thailand, juga merasakan dampak hebatnya. Wilayah-wilayah di Negeri Gajah Putih itu lumpuh diterjang air.
Korban jiwa terus berjatuhan. Hingga Minggu lalu, angka kematian di Thailand saja sudah mencapai 162 orang. Ini disebut-sebut sebagai salah satu banjir terparah dalam sepuluh tahun terakhir.
Bencana ini, yang dipicu hujan monsun pekan lalu, juga melanda Malaysia. Tapi kerusakan di Thailand terlihat sangat masif.
Menanggapi situasi, pemerintah Thailand pun bergerak. Mereka menyiapkan kompensasi yang tidak main-main: hingga 2 juta baht, atau setara Rp 1 miliar, untuk keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Namun begitu, langkah itu tak serta merta menghapus kritik. Respons pemerintah dinilai lambat oleh banyak kalangan. Bahkan, dua pejabat lokal dilaporkan dipecat karena diduga lalai menangani krisis.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul sendiri mengakui kekurangan itu.
"Kami telah mengunjungi daerah-daerah terdampak dan meminta maaf," ujarnya, seperti dilansir CNA. "Pemerintah mengakui belum maksimal dalam mengurus dan melindungi warga."
Di sisi lain, upaya pemulihan kini digenjot. Juru Bicara Pemerintah Siripong Angkasakulkiat menyebut, PM Anutin telah memerintahkan semua instansi terkait untuk mempercepat bantuan dan pembersihan, terutama di kawasan parah seperti Hat Yai, Songkhla.
Tujuannya sederhana: mengembalikan kehidupan warga ke keadaan normal secepat mungkin.
Siripong menjelaskan, setidaknya ada delapan langkah pemulihan utama yang akan segera dijalankan. Program itu menyasar individu dan bisnis yang porak-poranda diterjang banjir. Intinya, mulai dari kompensasi untuk korban jiwa, hingga bantuan untuk mereka yang kehilangan mata pencaharian.
Sekarang, pekerjaan berat masih menanti. Tim gabungan terus berjibaku menyalurkan bantuan dan membersihkan puing-puing kerusakan. Jalan masih panjang, tapi setidaknya upaya perbaikan telah dimulai.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi Kini Merenggang
BNI Pastikan Pengembalian Dana Rp28 Miliar Credit Union Aek Nabara pada 22 April 2026
Unhas Perkuat Pengawasan dengan Teknologi dan Aparat untuk UTBK 2026
Dua Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara