"Apabila kondisi ini dibiarkan tanpa pencegahan dan penanganan yang memadai, jumlah gangguan penglihatan pada anak sesuai prediksinya akan terus meningkat hingga mencapai 200 juta pada tahun 2050," tandasnya.
Lalu, apa penyebabnya?
Menurut Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, yang hadir dalam kesempatan yang sama, gaya hidup modern dan ketergantungan pada gawai diduga menjadi biang keladinya.
"Sekarang anak-anak sudah lihat handphone atau laptop dari umur 2-3 tahun, jadi kerusakan mata terjadi bahkan sebelum masuk SD," jelas Benjamin.
Ia melanjutkan, untuk menangani masalah yang kian mengkhawatirkan ini, pemerintah punya rencana. Mulai tahun 2026, program pemeriksaan kesehatan mata akan diintegrasikan ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah. Yang lebih menggembirakan, anak-anak yang terdiagnosis akan mendapat kacamata gratis.
Hingga saat ini, program kesehatan mata nasional tercatat telah menjangkau 55 juta penduduk, dengan 17 juta di antaranya adalah anak-anak. Sebuah langkah awal, tapi masih sangat panjang perjalanan yang harus ditempuh.
Artikel Terkait
MSCI Beri Peringatan, Pasar Modal Indonesia di Ambang Degradasi
Operasi SAR 13 Hari di Gunung Lawu Ditutup, Yasid Ahmad Firdaus Belum Ditemukan
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Mantan Kritis, Bahas Reformasi hingga Gaza
Remaja 15 Tahun di Cianjur Diduga Sodomi 10 Anak, Modusnya Jemur Burung Merpati