Setelah diterjang banjir bandang dan tanah longsor, Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers mengenai situasi di Sumatera. Menurutnya, fase paling kritis dari bencana ini tampaknya telah berakhir.
"Kita hadapi, kita bersyukur cuaca membaik," ujarnya kepada para wartawan yang menunggu. "Ramalannya juga yang terburuk sudah lewat."
Di sisi lain, BMKG mengungkapkan analisis yang cukup mengejutkan. Andri Ramdhani, Direktur Meteorologi Publik di sana, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh Siklon Tropis Senyar. Yang menarik, aktivitas siklon semacam ini di sekitar Selat Malaka sebenarnya jarang terjadi. Fenomena ini jadi semacam pengingat akan betapa tak terduganya alam akhir-akhir ini.
Merespon hal itu, Prabowo menekankan perlunya kewaspadaan ekstra terhadap perubahan iklim ke depannya. Ia menegaskan bahwa isu ini bukan lagi sekadar wacana, tapi sesuatu yang sewaktu-waktu bisa memicu bencana nyata.
"Kondisi sekarang perubahan iklim kita hadapi dengan baik," katanya, menambahkan bahwa peran pemerintah dalam menjaga lingkungan dan mengantisipasi masa depan menjadi kunci.
"Daerah-daerah semua harus siap menghadapi kondisi yang perubahan iklim yang berpengaruh," sambungnya, menekankan pentingnya kesiapan di tingkat lokal.
Lalu, bagaimana dengan kondisi para korban di lapangan?
"Mereka masih dalam kondisi syok," akunya. Meski begitu, ia meyakinkan bahwa pemerintah telah dan akan terus berupaya melakukan yang terbaik untuk penanganannya.
Artikel Terkait
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan
Polisi Bongkar Judi Online Skala Besar di Batam, Dua Tersangka Kelola Lebih dari 200 Ribu Akun
Penundaan 11 Jam Sriwijaya Air SJ-581, Penumpang Mengeluhkan Minimnya Kompensasi dan Komunikasi
PSM Makassar Kalahkan Bhayangkara 2-1, Modal Penting Jauhi Zona Degradasi Liga 1