Banjir bandang yang menerjang Tapanuli Raya sepertinya tidak datang begitu saja. Ada "jalan" yang dibuka untuknya tumpukan izin di hulu yang mengubah wajah lanskap.
Kalau kita lihat peta wilayah Batang Toru hingga Sibual-Buali, pemandangannya cukup mencengangkan. Satu demi satu proyek besar berjejalan di sana.
Ada tambang emas PT Agincourt Resources yang areanya sangat luas. Lalu PLTA Batang Toru yang memotong aliran sungai. Belum lagi PLTU di pesisir, hutan industri, dan wilayah kerja panas bumi yang menyelimuti pegunungan.
Semua itu, ironisnya, berdiri di atas daerah aliran sungai yang sama. Fungsi alaminya seharusnya menahan dan memecah energi air sebelum sampai ke hilir.
Namun begitu hujan ekstrem datang kemarin, air tidak lagi bertemu hutan yang rapat. Yang ditemui justru lereng yang sudah disayat untuk jalan tambang, punggung bukit yang dibuka, serta terowongan air untuk proyek energi.
Artikel Terkait
Konsesi Sawit dan Tambang: Ketika Pejabat Berpakaian Dua Topi
Sumatera Barat Mulai Pulih, Sementara Aceh dan Sumut Masih Berjuang
Kiai Shabri Lubis: Bencana Alam dan Krisis Iman, Saatnya Kembali ke Aturan Allah
Rahasia Satukan Berkas PDF dalam Hitungan Detik, Tanpa Perlu Instal Aplikasi