Duka kembali menyelimuti negeri ini. Banjir bandang dan tanah longsor melanda beberapa wilayah Indonesia, meninggalkan duka dan kerusakan yang tak sedikit. Bencana ini jelas berdampak luas pada sendi-sendi kehidupan berbangsa kita.
Di tengah situasi sulit ini, ada secercah harapan yang muncul. Masyarakat dari berbagai latar belakang bahu-membahu memberikan bantuan. Mereka tak lagi memedulikan perbedaan suku, ras, atau agama. Soalnya, musibah sebesar ini mustahil dihadapi sendirian. Butuh kebersamaan, butuh gotong royong dari semua elemen.
Islam, sebagai agama yang sempurna, sejak lama telah mengajarkan pentingnya budaya tolong-menolong. Menariknya, saat kita membantu orang lain yang sedang kesulitan, sejatinya manfaatnya akan berbalik kepada diri kita sendiri. Ini semacam hukum timbal balik yang positif.
Rasulullah Saw pernah bersabda:
Hadis ini benar-benar menekankan betapa beserta manfaat langsung yang kita dapat ketika menolong sesama, terutama mereka yang tertimpa musibah. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji ini.
Nabi Saw juga menegaskan dalam sabda lainnya:
Artikel Terkait
Banjir Bandang Tapanuli Selatan Terjang Rumah dengan Gelondongan Kayu Raksasa
Di Balik Riuhnya Stasiun Bandan, Warga Bergantung pada Kereta dan Digerogoti Ragu
Gelombang Protes Perempuan Afrika: Nyawa Bukan Harga Mati untuk Ditawar
Konsesi Sawit dan Tambang: Ketika Pejabat Berpakaian Dua Topi