Wamen Bima Arya Soroti Kultur ASN, Kunci Utama di Balik Megahnya Ibu Kota Baru

- Minggu, 30 November 2025 | 19:42 WIB
Wamen Bima Arya Soroti Kultur ASN, Kunci Utama di Balik Megahnya Ibu Kota Baru

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan fisik Ibu Kota Nusantara, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto justru menyoroti hal yang lebih mendasar. Baginya, IKN bukan cuma soal menara menjulang atau jalanan lebar. Yang tak kalah penting adalah membangun kultur dan etos kerja para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Otorita IKN. Mereka harus menjadi contoh, panutan bagi daerah lain.

“IKN ini bukan seolah-olah mendesain, tapi itu tadi etos kerja, culture tadi. Ini harus jadi percontohan semua [ASN yang ada],”

tegas Bima dalam dialog bersama para ASN OIKN, Sabtu lalu.

Pernyataan itu disampaikannya di Auditorium IKN, menekankan pentingnya mendengar langsung keluh kesah dan tantangan yang dihadapi para ASN di lapangan. Ia merasa, pembangunan sebuah ibu kota baru harus seimbang antara fisik dan nilai-nilai. Membentuk birokrasi yang clean, efisien, dan menjadi standar baru tata kelola pemerintahan ke depan itulah misi besarnya.

Bima punya alasan kuat. Pengalaman sepuluh tahun memimpin Kota Bogor memberinya pelajaran berharga. Ia paham betul betapa beratnya beban Jakarta yang harus menanggung beban ganda sebagai pusat pemerintahan sekaligus poros ekonomi nasional. Karena itu, pemindahan ibu kota dinilainya sebagai langkah politik yang tepat.

Namun begitu, fokus utama saat ini adalah memastikan semua pembangunan berjalan sesuai rel kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah. Para ASN yang pertama kali bertugas di IKN memikul peran yang amat strategis. Mereka adalah generasi perintis, fondasi pertama yang akan menentukan wajah pemerintahan baru. Bima bahkan menyematkan gelar khusus pada mereka: "As-Sabiqun Al-Awwalun".


Halaman:

Komentar