Dengan status waspada, otoritas pun mengambil langkah antisipasi. Mereka menetapkan larangan beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah. Khususnya di area fumarol dan solfatara saat cuaca mendung atau hujan. Soalnya, konsentrasi gas berbahaya bisa meningkat drastis dalam kondisi seperti itu.
Lalu apa saja potensi bahayanya? Yang paling dikhawatirkan adalah erupsi yang bisa dipicu gempa tektonik. Tapi jangan salah, erupsi juga bisa terjadi tanpa didahului peningkatan kegempaan. Ancaman lain datang dari hembusan gas vulkanik di sekitar celah-celah tanah.
Di tengah semua ini, kepatuhan warga menjadi kunci utama keselamatan. Masyarakat diimbau untuk benar-benar mengikuti rekomendasi resmi. Tujuannya jelas: agar aktivitas warga tetap aman dan risiko bencana bisa ditekan seminimal mungkin.
Artikel Terkait
Kiai Chaerul Saleh Ingatkan Umat: Jangan Lengah, Boikot dan Doa untuk Palestina Harus Terus Bergema
Residivis Motor Dibekuk Usai Beraksi Empat Kali Sehari dan Tembak Warga
Janji Motor Tak Ditepati, Anak Tusuk Ayah hingga Tewas di Bulukumba
Gen Halal Championship 2025 Cetak 45 Finalis, Bukti Gaya Hidup Halal Kian Digandrungi Pelajar