Laskar Cinta Jokowi Sindir Sjafrie Soal Bandara Morowali: "Dulu Diam, Sekarang Bicara"
Isu bandara "ilegal" di Morowali yang diangkat Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ternyata memantik reaksi keras. Kali ini, Laskar Cinta Jokowi (LCJ) tak tinggal diam. Koordinator LCJ, Suhandono Baskoro, menuding Sjafrie sedang membangun opini yang menyesatkan dengan cara menyeret nama Presiden Joko Widodo ke dalam polemik tersebut.
Menurut Suhandono, pernyataan Sjafrie itu mengabaikan fakta sejarah. Dia mengingatkan, Sjafrie pernah bertugas di lingkungan pemerintahan Jokowi, tepatnya di jajaran Kementerian Pertahanan saat masih dipimpin Prabowo Subianto. Yang jadi pertanyaannya: kenapa dulu tak ada protes atau langkah tegas dari Sjafrie terkait bandara yang sekarang dia sebut ilegal?
"Sjafrie Sjamsoeddin itu ada di bawah Menhan Prabowo saat pemerintahan Jokowi. Kalau dia bilang bandara Morowali ilegal, kenapa dulu saat Jokowi meresmikan bandara itu dia diam saja? Kenapa tidak bekerja waktu itu?"
Begitu penegasan Suhandono dalam keterangan resminya, Selasa (25/11/2025).
Sebelumnya, Sjafrie memang menyoroti kejanggalan bandara di kawasan industri Morolulu. Menurutnya, bandara itu tak dilengkapi perangkat negara seperti bea cukai dan imigrasi, sehingga berpotensi menjadi "negara dalam negara".
Namun begitu, pernyataan itu langsung memicu polemik. Apalagi, bandara tersebut merupakan bagian dari investasi besar yang justru didukung penuh oleh pemerintah pusat.
Suhandono menilai narasi Sjafrie bukan sekadar kritik, melainkan manuver politik yang berbahaya. "Sjafrie sedang mencari dukungan publik dengan menggiring kesalahan kepada Pak Jokowi. Padahal dia sendiri tidak melakukan apa-apa saat menjabat. Ini bukan kritik objektif, tapi manuver politik yang menyasar persepsi publik," ujarnya.
Faktanya, bandara di Morowali diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi beberapa tahun silam. Saat itu, kehadirannya disambut positif sebagai upaya membuka konektivitas dan mendukung percepatan pembangunan kawasan industri. Kini, tiba-tiba disebut ilegal.
"Kalau memang ada yang salah dari struktur bandara itu, kenapa tidak diusut sejak awal? Kenapa baru sekarang bicara lantang?" lanjut Suhandono.
LCJ pun mendesak Sjafrie untuk berhenti melempar narasi yang menyudutkan Jokowi. Mereka meminta Menhan fokus pada tugas utamanya: menjaga pertahanan negara. Bukan menciptakan kegaduhan.
"Urus saja tugas Menhan. Kalau ada temuan, selesaikan secara institusional. Tidak perlu membawa-bawa Jokowi untuk cari panggung," tegas Suhandono.
Di sisi lain, Suhandono mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Menurutnya, isu bandara Morowali harus dijelaskan secara komprehensif oleh kementerian terkait mulai dari Perhubungan, Bea Cukai, hingga Imigrasi. Apakah bandara ini termasuk fasilitas industri terbatas atau bandara publik, serta bagaimana proses perizinannya, harus dijelaskan tuntas.
Yang jelas, pengelolaan isu strategis semacam ini tak boleh dijadikan komoditas politik. Terlebih di tengah situasi transisi kebijakan pembangunan nasional yang sedang berjalan.
Artikel Terkait
Mantan Satpam Bobol Rumah Majikan Usai Dipecat, Rugikan Rp40 Juta
Tiket Ludes H-3, Antusiasme Suporter PSM Makassar Meledak Jelang Laga Kandang
Ibu Korban Peluru Nyasar di Gresik Tangis di Hadapan DPRD Jatim
Bayern Munich Hadapi Real Madrid di Allianz Arena dengan Modal Agregat Tipis