Di Surabaya, tepatnya pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengumumkan sebuah terobosan. Guru-guru di Indonesia akan segera mendapat keringanan. Tugas-tugas administratif yang selama ini membebani akan dikurangi.
“Tugas administrasi guru dikurangi, kewajiban mengajar tidak mutlak 24 jam. Ada satu hari belajar guru dalam sepekan,” tegas Mu’ti, yang tampil dengan pakaian adat Nusantara.
Maksudnya cukup jelas. Guru tak lagi harus menghabiskan waktu di hari libur atau setelah bel pulang berbunyi untuk mengerjakan urusan lain. Selama ini, banyak dari mereka terjebak menyelesaikan rapor, mendamaikan murid yang bertengkar, atau mengisi data tanpa henti di luar jam mengajar.
Di sisi lain, beban guru di era digital ini memang makin kompleks. Kehidupan yang serba dinamis menuntut lebih dari sekadar transfer ilmu.
“Guru dihadapkan tantangan kehidupan yang makin hedonis dan materialistis, di mana kebahagiaan dan penghargaan dihargai sebatas kepemilikan dan kesenangan material,” tambahnya.
Memang, selama bertahun-tahun, selain mengajar, mereka dibebani dengan sederet tugas administratif. Mulai dari menyusun silabus, RPP, modul ajar, hingga laporan akademik siswa yang tiada habisnya. Tak heran, keluhan kerap muncul dari para guru dan organisasi profesi mereka.
Nah, dengan kebijakan baru ini, harapannya guru bisa benar-benar fokus pada tugas utamanya: mendidik secara profesional, membimbing siswa, dan tentu saja, meningkatkan kualitas diri mereka sendiri.
Ini adalah langkah yang ditunggu-tunggu. Mari kita lihat bagaimana implementasinya nanti di lapangan.
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar Luncurkan “Pete-pete Laut”, Layanan Kapal Gratis untuk Warga Kepulauan Terluar
27 Peserta Ikuti Program Karantina Hafal Al-Qur’an 30 Juz dalam 40 Hari di Bekasi
DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Warga Lokal dalam Rekrutmen Pengelola Koperasi Desa Merah Putih
Kementan Salurkan Benih Tebu Unggul ke Jawa untuk Dorong Swasembada Pangan