Sopir Minibus Ditetapkan Tersangka, Lima Turis Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bali

- Senin, 24 November 2025 | 18:24 WIB
Sopir Minibus Ditetapkan Tersangka, Lima Turis Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bali

Bali kembali berduka. Kecelakaan maut yang merenggut nyawa lima turis asal China pekan lalu kini memasuki babak baru. Polisi akhirnya menetapkan sopir minibus, Arif Al Akbar (39), sebagai tersangka.

Penetapan itu diumumkan langsung oleh Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin. "Kita tetapkan satu orang tersangka, inisial AA [Arif Al Akbar], pada hari Selasa (18/11) lalu," ujarnya, Senin (24/11).

Menurutnya, keputusan ini bukan tanpa alasan. Semuanya didasarkan pada bukti permulaan yang kuat dan tentu saja, hasil olah TKP yang mereka lakukan.

Intinya, sang sopir dinilai lalai. Meski begitu, polisi masih enggan merinci bentuk kelalaian seperti apa yang dilakukan Arif. "Penetapan tersangka tersebut artinya ditemukan kelalaian dari sopir," tambah Bachtiar, singkat namun tegas.

Akibat kelalaiannya itu, Arif kini harus mendekam di tahanan Polres Buleleng. Dia terancam hukuman yang tidak main-main: hingga 6 tahun penjara. Pasal yang menjeratnya adalah Pasal 310 atau 311 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas.

Bagaimana sebenarnya peristiwa nahas ini terjadi?

Semuanya berawal dini hari yang sunyi. Rombongan 15 turis itu berangkat dari Desa Canggu, Badung, sekitar pukul 02.30 WITA. Mereka menumpang minibus Toyota Hiace bernopol N 7605 TA, dengan tujuan menyaksikan lumba-lumba di Pantai Lovina.

Namun, perjalanan penuh harap itu berubah jadi mimpi buruk. Sekitar dua jam kemudian, tepatnya pukul 04.30 WITA, mobil yang dikemudikan Arif Al Akbar melintas di Jalan Singaraja-Denpasar. Di sebuah jalan menurun yang berkelok, dia kehilangan kendali atas kendaraannya.

Minibus itu pun meluncur tak terkendali. Keluar dari jalur aspal, menerobos masuk ke kebun warga, sebelum akhirnya menghantam sebuah pohon dengan keras. Benturannya begitu hebat, membuat bagian depan dan atap mobil remuk tidak karuan.

Dari insiden mengerikan inilah, lima nyawa melayang. Mereka adalah Xu Huangyuan (66), Xu Mingbiao (60), Xu Yuexiang (52), Zhong Yuemei (63), dan Xu Huijuan (61). Sebuah akhir perjalanan yang tragis di Pulau Dewata.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar