"Saya menyadari bahwa tindakan tersebut menyebabkan beberapa dampak negatif, seperti kekecewaan, kesalahpahaman, atau kerugian pada fasilitas umum. Saya mengakui hal tersebut adalah kesalahan besar dari pihak saya," lanjutnya.
Tak cuma sekadar permintaan maaf. Hendrik juga menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab sepenuhnya. Ia berjanji akan memperbaiki saluran drainase yang sempat ia bongkar.
"Saya bangun kembali," tegasnya.
Sebelum momen permintaan maaf ini, kejadiannya sempat viral. Video Hendrik membongkar drainase tersebar luas di media sosial. Dalam video awal itu, ia bersikukuh bahwa aksinya adalah bentuk protes. Tagihan proyek dari Pemkot Pekanbaru tak kunjung cair, dan ia dengan lantang berkata, "Itu hak saya," ketika ditanya alasannya.
Artikel Terkait
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik
Ketika Koruptor Beragama Islam, Mengapa Agamanya yang Diserang?
Asia Timur dan Pasifik: Lapangan Kerja Tumbuh, Tapi Kualitasnya Tergerus
Trump Tawarkan Uang Tunai ke Setiap Warga Greenland demi Aneksasi