Pidato ini ternyata bukan cuma berisi pujian kosong. Ada pesan politik yang lebih dalam yang coba disampaikan. Menurut Ali, perjalanan hidup Jokowi adalah bukti nyata bahwa politik tidak melulu soal latar belakang elit. Jokowi datang dari keluarga sederhana, jauh dari sebutan "darah biru". Karier politiknya dimulai dari bawah.
Bahkan, Ali bercerita bahwa awalnya Jokowi tidak dianggap serius oleh partai-partai besar. Termasuk oleh PDI Perjuangan yang akhirnya mengusungnya. Tapi setelah diusung, dalam narasi Ali, Jokowi justru "dicampakkan".
Narasi semacam ini sengaja digaungkan PSI untuk memompa semangat kader mudanya. Mereka ingin menunjukkan bahwa politik bukan arena eksklusif yang cuma bisa dimasuki orang-orang berdarah biru atau punya koneksi kuat. Jokowi dijadikan simbol: rakyat biasa pun bisa menembus batas-batas politik tradisional.
Dengan mengangkat sosok Jokowi, PSI sebenarnya sedang membangun identitas politik mereka sendiri. Mereka ingin dikenal sebagai partai yang berpihak pada anak muda, pada rakyat kecil, dan pada politik yang inklusif. Itu fondasi yang katanya akan terus mereka perjuangkan.
Artikel Terkait
Pramono Anung Terkesima, Sebut Perayaan Natal DKI 2025 Paling Meriah
Dua Musuh Abadi Umat Islam: Dari Sistem Hingga Bisikan Halus
KPK Periksa Mantan Kajari Bekasi Terkait Kasus Ijon Proyek Ade Kuswara
Kemensos Siapkan Pendamping Bersertifikat untuk Program Makanan Lansia dan Disabilitas