BERSIH-BERSIH GENG ZIONIS DI TUBUH NU
Gelombang perubahan bergulir di tubuh Nahdlatul Ulama. Rais Aam PBNU, KH Miftachul Ahyar, baru saja mengambil langkah tegas dengan mencabut mandat Charles Holland Taylor sebagai penasihat khusus Ketua Umum PBNU untuk urusan internasional. Langkah ini diambil setelah muncul dugaan kuat bahwa Holland punya afiliasi dengan kelompok Zionis sebuah hal yang berpotensi merusak posisi politik luar negeri NU.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran bernomor 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025, yang ditandatangani langsung oleh KH Miftachul Ahyar pada 22 November 2025. Surat tersebut secara resmi mencabut tanda tangan Rais Aam dalam Surat Keputusan yang sebelumnya menetapkan Holland Taylor sebagai penasihat.
Di sisi lain, Ketua PBNU Umarsyah membenarkan kabar pencabutan tersebut. Dalam keterangannya, dia menegaskan bahwa keputusan Rais Aam sudah final.
“Iya benar, surat dari Rais Aam itu mencabut mandat bagi Holland Taylor,” ujarnya.
Umarsyah juga mengimbau seluruh jajaran pengurus NU, dari tingkat pusat hingga daerah, untuk tetap tenang dan tidak terpancing situasi. “Kami minta seluruh pengurus NU mulai dari pusat hingga daerah tetap tenang dan menunggu keputusan Syuriah PBNU yang dipimpin Rais Aam KH Miftachul Ahyar,” tambahnya.
Artikel Terkait
Pascabencana Aceh, 2.756 Sekolah Terluka, 90 Persen Kembali Belajar
Girona vs Osasuna: Duel Sengit di Zona Merah La Liga
Gus Ipul Pastikan Bansos Rp 600 Miliar Segera Cair untuk Korban Bencana Aceh
Megawati: Bencana Sumatera adalah Peringatan Sejarah, Bukan Sekadar Musibah