Lampung Geh, Bandar Lampung - Rustam akhirnya berhasil diciduk. Ia adalah pelaku pembunuh yang tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri di Gang Pendowo, Jalan Sri Krisna, Kelurahan Rajabasa Jaya. Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Jumat (21/11).
Sabtu (22/11) kemudian menjadi hari penentuan. Tim gabungan dari Tekab 308 Polresta Bandar Lampung, Polsek Kedaton, dan Polda Lampung berhasil menemukan pelaku bersembunyi di sebuah gubuk di Karang Anyar. Mereka pun langsung bergerak untuk menangkapnya.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Faria Arista, membenarkan kabar penangkapan ini.
"Benar, pelaku sudah diamankan. Saat ini pelaku masih dilakukan pemeriksaan intensif," ujarnya singkat.
Menurut informasi yang beredar, Rustam diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Inilah yang mungkin menjadi alasan di balik tindakan brutalnya.
Sri Rahayu, adik ipar pelaku sekaligus keluarga korban, masih tampak terguncang saat menceritakan kejadian itu. Saat peristiwa terjadi, ia sedang asyik menyapu di rumah.
"Bapak (korban) nanya di mana Rustam, nah dia (pelaku) di belakang, bapak masuk ke sana ikutin. Posisi saya lagi nyapu, bapak masuk ke dalam," kenangnya.
Suasana yang awalnya biasa saja, tiba-tiba berubah mencekam. Sri Rahayu mendengar korban, Marso, mengajak Rustam untuk kembali bekerja di Pesisir Barat. Tapi ajakan itu ditolak mentah-mentah oleh Rustam.
"Saya dengar bapak ngomong, 'Ayo tam, pulang ke gunung (Pesibar)'. 'Enggak mau' kayaknya gitu," lanjut Sri.
Namun begitu, apa yang terjadi selanjutnya benar-benar di luar dugaan. "Dia masuk kamar, bapak didorong, terus dianuin tak kirain kayu, engga taunya pas darah muncrat baru sadar kalau ternyata golok," ujarnya dengan suara bergetar. Ia mengira Rustam hanya memegang kayu, ternyata itu adalah golok yang kemudian digunakan untuk menghabisi sang ayah.
Melihat darah yang muncrat, Sri Rahayu langsung lari ketakutan ke rumah tetangga di belakang. Sementara Rustam, dengan tenangnya, pergi meninggalkan rumah begitu saja.
Sri juga mengungkapkan bahwa kondisi kejiwaan Rustam memang sudah lama tidak stabil. "Dia (pelaku) emang terganggu mentalnya, udah 15 tahunan dulu sempat dibawa sama Polisi sama Pak Lurah ke Rumah Sakit Jiwa, tapi pulang rawat jalan gitu," pungkasnya. (Yul/Put)
Artikel Terkait
Final Liga Champions 2025/2026: PSG vs Arsenal Berujung Adu Penalti setelah 120 Menit Imbang 1-1
Perempuan Indramayu Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan Pulang Setelah Lima Bulan Alami Kekerasan di China
Fajar/Fikri ke Final Singapore Open 2026, Kalahkan Unggulan China dengan Skor Telak
Pengendara Motor Tewas Terperosok ke Lubang Galian Proyek Jalan di Lebak