“Kami hanya menyatakan bahwa memang tidak ada bullying,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, kejadian ledakan sempat membuat heboh lingkungan sekolah. Tercatat ada tujuh bom yang dibawa pelaku dan rencananya akan diledakkan di area sekolah. Tapi, dari jumlah itu, hanya empat yang benar-benar meledak. Sisanya berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.
Lokasi ledakan terjadi di dua titik: di dalam masjid dan di taman baca dekat bank sampah. Untuk bom di masjid, pelaku menggunakan remote sebagai pemicu. Sementara itu, bom yang diledakkan di taman baca dan area sampah menggunakan sumbu api biasa.
Artikel Terkait
Bareskrim Kejar Aset Tersangka Penipuan DSI Rp 2,4 Triliun untuk Restitusi Korban
Pangrarang, Sate Khas Toraja yang Mengedepankan Rasa Asli Daging
Polda Lampung Gerebek Tiga Gudang Solar Ilegal, Potensi Rugikan Negara Rp160 Miliar
Pria Tewas Ditikam di Wajo, Motif Diduga Cemburu