“Kami hanya menyatakan bahwa memang tidak ada bullying,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, kejadian ledakan sempat membuat heboh lingkungan sekolah. Tercatat ada tujuh bom yang dibawa pelaku dan rencananya akan diledakkan di area sekolah. Tapi, dari jumlah itu, hanya empat yang benar-benar meledak. Sisanya berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.
Lokasi ledakan terjadi di dua titik: di dalam masjid dan di taman baca dekat bank sampah. Untuk bom di masjid, pelaku menggunakan remote sebagai pemicu. Sementara itu, bom yang diledakkan di taman baca dan area sampah menggunakan sumbu api biasa.
Artikel Terkait
RSUD di Sumatera Kembali Beroperasi, Namun Sejumlah Puskesmas Masih Terhenti
Kongres Muhammadiyah 1930: Pesta Akbar di Tengah Badai Malaise
Pasca Banjir 2025, 15 Daerah di Aceh hingga Sumbar Masih Belum Pulih
Tito Desak Tambahan 15 Ribu Personel TNI-Polri untuk Bersihkan Lumpur Pascabencana Aceh